
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui NVIDIA lebih memilih investasi di Johor Bahru, Malaysia, ketimbang Indonesia karena ketersediaan tenaga ahli magister dan PhD bidang komputer lebih banyak di sana. Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menyatakan hal ini berdasarkan observasi NVIDIA yang membandingkan jumlah lulusan STEM di kedua negara.
Alasan Utama
Malaysia unggul dalam jumlah PhD dan master teknologi informasi, sementara Indonesia masih kekurangan SDM berkualitas tinggi untuk kebutuhan data center dan AI. BKPM melihat ini sebagai tantangan pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, dan matematika.
Respons Pemerintah
BKPM mendorong universitas negeri-swasta tingkatkan lulusan STEM, sementara KEK Nongsa Batam dipersiapkan sebagai alternatif dengan perluasan lahan untuk data center. Meski demikian, keputusan NVIDIA jadi pelajaran berharga bagi daya saing investasi RI.