
Amerika Serikat (AS) mengancam India dengan tarif impor tinggi jika tidak beralih membeli minyak dari Venezuela alih-alih Rusia. Ancaman ini disampaikan Presiden Donald Trump melalui kebijakan tarif 25-50% pada produk India, merespons impor minyak Rusia pasca-sanksi Ukraina 2022.
Dubes AS Sergio Gor di New Delhi menyatakan negosiasi aktif dengan Kementerian Energi India untuk impor minyak Venezuela pasca-kudeta Maduro Januari 2026. Trump menghapus sanksi sementara untuk dorong India ganti pasokan Rusia (85% impornya), demi tekan pendanaan Moskow.
India setuju impor minyak Venezuela mulai Februari 2026, menghindari eskalasi tarif AS yang capai USD miliaran dampak ekonomi.