
AirFish Voyager, moda transportasi laut berteknologi wing-in-ground (WIG) yang sering dijuluki “kapal terbang di atas air”, ditargetkan mulai melayani rute Singapura–Batam pada paruh kedua tahun 2026 dari Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, menuju Batam. Layanan ini masih menunggu rampungnya proses sertifikasi dan persetujuan regulator di Singapura dan Indonesia.
Layanan akan dioperasikan melalui kerja sama ST Engineering AirX (joint venture ST Engineering dan Peluca) dengan operator feri BatamFast yang selama ini sudah melayani puluhan trip harian Singapura–Batam.
AirFish Voyager akan menjadi tambahan moda di rute yang sama, bukan menggantikan feri konvensional, sehingga penumpang punya opsi premium dengan waktu tempuh lebih singkat sekitar 25 menit dibanding feri biasa sekitar 45 menit.
AirFish Voyager dirancang mengangkut sekitar delapan penumpang dan dua awak dalam satu kali perjalanan, dengan kecepatan hingga 100 knot (sekitar 185 km/jam) dan jangkauan sekitar 300 mil laut.
Bodi sepanjang kira-kira 17 meter dan lebar 15 meter membuatnya meluncur rendah di atas permukaan air memanfaatkan efek permukaan (ground effect), sehingga terasa seperti perpaduan kapal cepat dan pesawat ringan.
Layanan ini ditujukan terutama untuk wisatawan resor dan pelaku bisnis yang membutuhkan perjalanan cepat Singapura–Batam, sehingga tarifnya diperkirakan berada di segmen premium dan lebih mahal dari feri reguler karena kapasitas terbatas dan biaya operasional lebih tinggi.
Detail resmi soal harga tiket dan frekuensi perjalanan belum diumumkan dan masih akan disesuaikan setelah seluruh izin operasi disetujui otoritas terkait.
Dinas pariwisata Batam menilai kehadiran AirFish berpotensi mengerek kunjungan wisata, terutama dari wisatawan Singapura yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan perjalanan lintas negara yang singkat.
Jika uji operasional dan sertifikasi berjalan lancar hingga pertengahan 2026, AirFish Voyager diproyeksikan dapat segera beroperasi reguler di rute Singapura–Batam pada semester dua 2026.