
Kisah viral tentang seorang mahasiswi berprestasi di Surabaya yang diamankan polisi setelah ketahuan mencuri ponsel genggam (HP) korban. Kejadian ini terjadi sekitar awal Februari 2026 dan menjadi sorotan karena latar belakang pelaku yang menyedihkan.
Mahasiswi tersebut tertangkap basah mencuri HP untuk bertahan hidup, karena hanya bergantung pada uang Rp200 ribu per bulan dari orang tuanya yang kesulitan ekonomi. Ia bertemu korban di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, di mana ia menangis mengaku bersalah sambil didampingi ibunya.
Meski berprestasi akademik dengan IPK 3,85, ia kesulitan biaya hidup, kos, dan makan sehari-hari. Ayahnya bekerja serabutan, sehingga ia nekat mencuri demi kebutuhan dasar.
Kapolrestabes Surabaya mendengarkan pengakuan pilunya dan merekam pertemuan untuk mediasi dengan korban. Kisah ini viral di media sosial, memicu simpati netizen terhadap isu kemiskinan mahasiswa.