
Sugianto, nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, menerima penghargaan kemanusiaan tertinggi dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Istana Biru, Seoul, pada 2 Januari 2026. Penghargaan ini diberikan atas aksi heroiknya menyelamatkan tujuh warga lanjut usia saat kebakaran hutan dahsyat melanda Kabupaten Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.
Latar Belakang Sugianto
Sugianto bekerja sebagai pekerja migran nelayan di perairan Korea Selatan selama delapan tahun. Ia tinggal sederhana di desa pesisir dan dikenal sebagai tetangga yang peduli.
Kronologi Aksi Heroik
Saat kebakaran hutan merembet ke desa Chuksan-myeon pada 25 Maret 2025, Sugianto berlari dari rumah ke rumah untuk membangunkan lansia. Ia menggendong yang tak bisa berjalan sejauh 300 meter ke tempat aman di lereng curam, dibantu kepala komunitas nelayan Yoo Myung-sin.
Dampak dan Apresiasi Lanjutan
Semua korban selamat berkat aksinya, yang membuat Sugianto dijuluki pahlawan tersembunyi. Pemerintah Korea mempertimbangkan visa jangka panjang F-2 baginya, sementara Indonesia menjadikannya duta Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Video:Cretivox