Kreator konten dan streamer gim Windah Basudara menjadi sorotan setelah menyampaikan keresahannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada lingkungan serta kesehatan masyarakat. Ia juga menyinggung kekhawatiran mengenai kemungkinan lahan bekas kebakaran dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.
Dalam siaran langsungnya, Windah mengungkapkan kekecewaan terhadap penanganan persoalan kebakaran hutan. Ia membandingkan konsekuensi dalam gim yang sedang dimainkannya dengan kondisi yang menurutnya terjadi di Indonesia, khususnya terkait pertanggungjawaban atas kebakaran hutan.
Windah kemudian mengajak para penontonnya untuk ikut menyuarakan kepedulian apabila lahan hutan di Kalimantan dan sekitarnya yang terbakar benar-benar dialihfungsikan menjadi kebun sawit. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk protes terhadap potensi kerusakan lingkungan, bukan sebagai konfirmasi bahwa seluruh lahan terdampak karhutla telah berubah menjadi perkebunan.
Tak hanya berbicara kepada komunitas penontonnya, Windah juga mendorong kreator konten, influencer, dan tokoh publik untuk menggunakan jangkauan media sosial mereka guna mengangkat persoalan karhutla. Ia menyoroti dampak kabut asap terhadap masyarakat, termasuk risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pernyataannya kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, sikap vokalnya juga memicu komentar negatif dan tuduhan bahwa dirinya dibayar oleh pihak politik tertentu. Windah menanggapi tuduhan tersebut melalui media sosial dan mempertanyakan munculnya komentar-komentar yang menurutnya memiliki pola serupa.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keterlibatan publik dalam membahas karhutla, perlindungan hutan, dan perubahan fungsi lahan. Meski demikian, dugaan alih fungsi lahan pada lokasi tertentu tetap perlu diperiksa berdasarkan data dan keterangan resmi, agar diskusi publik tidak mencampuradukkan kekhawatiran dengan fakta yang telah terverifikasi.