Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Warisi Pengabdian Keluarga, Nurjanah Jadi Generasi Ketiga Petugas Damkar Cianjur

Nurjanah menjadi generasi ketiga keluarga yang mengabdi sebagai petugas pemadam kebakaran di Cianjur. Bergabung sejak 2016, ia turut bertugas di lapangan menangani kebakaran dan berbagai operasi penyelamatan.

Profesi pemadam kebakaran selama ini kerap identik dengan pekerjaan berisiko tinggi. Namun, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ada sosok perempuan yang turut berada di garis depan ketika api berkobar. Ia adalah Nurjanah, salah satu anggota Srikandi Damkar Cianjur.

Nurjanah bergabung dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur sejak 2016. Ia memilih melanjutkan pengabdian yang sebelumnya dijalani keluarganya. Ayah dan kakeknya diketahui juga merupakan petugas pemadam kebakaran, sehingga Nurjanah menjadi generasi ketiga yang meneruskan profesi tersebut.

Nurjanah merupakan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur yang meneruskan pengabdian keluarganya. Kakek dan orang tuanya lebih dulu jadi petugas Damkar, hingga akhirnya Nurjanah ikut jejak keduanya dan menjadi generasi ketiga.

Berbeda dari anggapan bahwa perempuan hanya bertugas membantu dari belakang, Nurjanah justru pernah ditempatkan sebagai bagian dari tim yang menangani penyemprotan air. Posisi tersebut membuatnya berada cukup dekat dengan sumber api saat proses pemadaman berlangsung.

Bergabung dengan Damkar Cianjur sejak 2016, Nurjanah bertugas sebagai operator nozzle. Posisi ini membuatnya berada di garis depan pemadaman dan berhadapan langsung dengan sumber api saat jalankan tugas.

Menurut Nurjanah, tugas petugas pemadam kebakaran terbagi dalam beberapa bagian, mulai dari mengendalikan aliran air hingga melakukan evakuasi. Ia sendiri bertugas di bagian nozzle dan menjadi salah satu petugas yang berada di barisan depan ketika pemadaman dilakukan. detikcom

Ia mengaku tidak menjadikan risiko sebagai alasan untuk menghindari tugas. Baginya, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

Bagi Nurjanah, jadi petugas Damkar tidak hanya tentang meneruskan tradisi keluarga. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas di lapangan yang selama ini kerap identik dengan laki-laki. Keberadaan Srikandi Damkar jadi pembuktian perempuan juga mampu menjalankan tugas tersebut.

Selain menangani kebakaran, Nurjanah juga terlibat dalam berbagai operasi penyelamatan. Pada Februari 2026, misalnya, ia bersama tim Damkar Cianjur mengevakuasi sarang tawon vespa berukuran besar dari atap rumah warga di Kecamatan Karangtengah. Antara News Jawa Barat

Kehadiran Nurjanah juga menjadi bagian dari keberadaan Srikandi Damkar di Cianjur. Pada 2023, pihak Damkar Cianjur menyebut terdapat empat perempuan yang masih ditugaskan di lapangan dari total personel perempuan yang sebelumnya berjumlah delapan orang.

Perjalanan Nurjanah menunjukkan bahwa profesi pemadam kebakaran tidak hanya menjadi ruang bagi laki-laki. Dengan latar belakang keluarga yang sama-sama mengabdi sebagai petugas damkar, ia memilih meneruskan tradisi tersebut sekaligus menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.