Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Warga Madrid Protes Dengan Mendirikan Tenda di Kota, Karena Harga Sewa Rumah Melonjak

Krisis perumahan di Spanyol memicu aksi massa di Madrid. Ratusan tenda didirikan di Puerta del Sol setelah demonstrasi menuntut biaya hunian yang lebih terjangkau dan perlindungan bagi penyewa.

Krisis perumahan di Spanyol kembali memicu aksi massa di Madrid. Pada akhir pekan 26–27 September 2026, ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan persoalan tingginya biaya hunian dan perlindungan bagi penyewa. Setelah aksi berlangsung, ratusan orang mendirikan tenda di Puerta del Sol dan mengubah salah satu ruang publik utama di ibu kota Spanyol itu menjadi lokasi protes.

Aksi tersebut berlangsung setelah penggusuran seorang perempuan berusia 87 tahun bernama María del Carmen Abascal atau Maricarmen. Ia telah tinggal di sebuah apartemen di Madrid selama sekitar 70 tahun sebelum akhirnya dievakuasi dari tempat tinggalnya pada 23 September 2026. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu meningkatnya perhatian terhadap persoalan perumahan di Spanyol.

Ribuan warga turun ke jalan di pusat Madrid, Spanyol, untuk memprotes tingginya harga sewa rumah. Mereka menilai kenaikan biaya hunian semakin menyulitkan masyarakat, terutama di tengah terbatasnya ketersediaan rumah dengan harga terjangkau.

Menurut laporan media internasional, biaya sewa tempat tinggal yang ditempati Maricarmen mengalami kenaikan tajam setelah properti tersebut berpindah kepemilikan. Sewa yang sebelumnya sekitar 500 euro per bulan disebut meningkat hingga 1.650 euro, angka yang tidak mampu dipenuhi dari penghasilannya.

Dalam aksi pada Minggu, 27 September 2026, para demonstran mendirikan tenda di sejumlah titik pusat kota Madrid. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap kondisi pasar perumahan yang dinilai semakin sulit dijangkau masyarakat.

Sehari setelah aksi massa, kawasan Puerta del Sol dipenuhi sekitar 100 hingga 150 tenda. Para demonstran mengatakan mereka akan bertahan untuk menekan pemerintah agar mengambil langkah lebih jauh dalam menangani persoalan sewa dan perlindungan penyewa. EFE Noticias

Data mengenai jumlah peserta aksi berbeda berdasarkan sumber. Delegasi Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 25.000 orang mengikuti demonstrasi di Madrid, sementara Serikat Penyewa Madrid menyebut jumlah peserta mencapai lebih dari 300.000 orang.

Usai demonstrasi, sebagian pengunjuk rasa memilih bermalam di pusat kota dengan menggunakan tenda. Aksi ini menggambarkan keresahan terhadap biaya tempat tinggal yang terus meningkat dan tuntutan agar akses terhadap hunian yang layak lebih mudah dijangkau.

Para demonstran membawa tuntutan mengenai pengendalian biaya sewa, perlindungan terhadap penyewa, serta kebijakan yang mencegah penggusuran tanpa adanya alternatif tempat tinggal. Serikat Penyewa Madrid juga mendorong perubahan aturan mengenai kontrak sewa agar penyewa memperoleh kepastian hunian yang lebih panjang.

Persoalan tersebut muncul di tengah tekanan terhadap ketersediaan rumah di Spanyol. Bank Sentral Spanyol sebelumnya memperkirakan negara tersebut mengalami kekurangan ratusan ribu unit rumah, sementara porsi perumahan sewa publik masih berada di bawah rata-rata sejumlah negara Eropa.

Pemerintah Perdana Menteri Pedro Sánchez kemudian menyatakan akan mengambil langkah terkait persoalan perumahan. Pemerintah dijadwalkan membahas paket kebijakan perumahan pada 29 September, sementara para demonstran di Puerta del Sol menyatakan akan mempertahankan aksi hingga tuntutan mereka mendapat respons.

Perkembangan terbaru pada 28 September menyebut Maricarmen akhirnya memperoleh kesepakatan dengan pemilik properti sehingga dapat kembali menempati rumahnya. Kesepakatan tersebut berlangsung ketika aksi protes mengenai krisis hunian masih berlangsung di Madrid.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.