Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Viral: Ratusan Warga Ugandan Meninggalkan Rumah mereka dan menanti Kiamat di hutan

Ratusan warga Uganda dilaporkan berkumpul di Hutan Mirama, Distrik Ntungamo, setelah meninggalkan rumah, pekerjaan, serta harta benda mereka untuk menyambut dugaan hari kiamat pada 23–24 September 2025. Peristiwa ini dipicu oleh nubuat seorang pendeta…

Ratusan warga Uganda dilaporkan berkumpul di Hutan Mirama, Distrik Ntungamo, setelah meninggalkan rumah, pekerjaan, serta harta benda mereka untuk menyambut dugaan hari kiamat pada 23–24 September 2025. Peristiwa ini dipicu oleh nubuat seorang pendeta asal Afrika Selatan, Joshua Mhlakela, yang mengklaim bahwa pada tanggal tersebut akan terjadi rapture atau pengangkatan umat beriman ke surga.

Nubuat itu menyebar luas melalui berbagai platform media sosial, mulai dari video pendek hingga unggahan viral, yang menyebutkan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali pada waktu yang telah ditentukan. Keyakinan tersebut mendorong banyak warga mendaki perbukitan di kawasan hutan Mirama untuk berdoa dan menunggu momen yang mereka yakini sebagai peristiwa suci. Sebagian pengikut menganggap pengasingan diri dari kehidupan duniawi sebagai bentuk penyucian diri menjelang akhir zaman.

Namun, tanggal yang dinantikan berlalu tanpa peristiwa luar biasa. Tidak ada tanda-tanda kiamat sebagaimana diramalkan. Langit tetap cerah, aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, dan warga yang sebelumnya berkumpul di hutan mulai meninggalkan lokasi dengan perasaan kecewa dan bingung. Kejadian ini mengingatkan pada sejumlah kasus ramalan akhir zaman sebelumnya yang juga tidak terbukti.

Fenomena tersebut kembali menyoroti dampak masif misinformasi berbasis agama di media sosial, terutama ketika pesan-pesan bernuansa spiritual disampaikan tanpa verifikasi dan otoritas yang jelas. Para pengamat menilai, rendahnya literasi digital dan kuatnya pengaruh figur keagamaan di ruang daring dapat membuat masyarakat rentan mengambil keputusan ekstrem yang berisiko terhadap keselamatan dan kehidupan sosial mereka.

—

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.