Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan warganet setelah foto daftar harga atau pricelist di kawasan Pesarean Gunung Kawi beredar luas di media sosial.
Dalam foto tersebut terlihat sejumlah menu selamatan dan nadzar dengan harga yang beragam, mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Kemunculan daftar harga itu memancing beragam komentar karena sebagian warganet langsung mengaitkannya dengan praktik pesugihan.
Namun, daftar harga yang beredar bukanlah tarif untuk mendapatkan kekayaan atau menggandakan uang. Daftar tersebut merupakan harga makanan selamatan dan kebutuhan nadzar yang dapat dipesan oleh peziarah melalui loket resmi Pesarean Gunung Kawi.

Berdasarkan daftar yang tercantum pada situs Pesarean Gunung Kawi, sejumlah menu yang ditawarkan antara lain ayam besek seharga Rp130.000, tumpeng ayam Rp270.000, tumpeng ayam sayur Rp330.000, serta tumpeng ayam hias dengan harga mulai Rp510.000 hingga Rp630.000.
Tersedia pula menu berbahan kambing, seperti kambing besek Rp150.000, tumpeng kambing Rp610.000, tumpeng kambing sayur Rp650.000, dan tumpeng satu ekor kambing Rp2,4 juta.
Untuk kebutuhan nadzar, daftar tersebut mencantumkan satu kuintal beras seharga Rp1,6 juta, satu ekor kambing Rp2,5 juta, satu ekor sapi Rp20 juta, pagelaran wayang kulit Rp7 juta, serta wayang ruwatan Rp15 juta.
Pihak Pesarean Gunung Kawi menjelaskan bahwa selamatan merupakan sajian makanan sebagai simbol rasa syukur atas anugerah dan karunia Tuhan. Makanan yang dipesan nantinya dibawa ke pendopo pesarean untuk didoakan.
Salah seorang kuncen yang dikutip media juga menjelaskan bahwa penyembelihan ayam, kambing, maupun sapi dilakukan sebagai bentuk syukuran ketika seseorang merasa hajat atau nazarnya telah terkabul. Hasil penyembelihan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk warga yang membutuhkan.

Selain daftar harga selamatan yang memang tersedia secara resmi, media sosial juga sempat diramaikan unggahan mengenai paket pesugihan seharga Rp200.000 yang diklaim dapat menghasilkan uang Rp10 miliar.
Klaim tersebut lebih banyak dianggap warganet sebagai candaan atau satire karena tidak masuk akal. Masyarakat tetap perlu berhati-hati karena narasi semacam itu berpotensi dimanfaatkan sebagai modus penipuan.
Pengelola Pesarean Gunung Kawi melalui informasi resminya menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan tempat wisata religi dan budaya yang menjadi lokasi makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono.
Pengelola menyatakan tidak ada praktik pesugihan, penggandaan uang, maupun kewajiban bagi pengunjung untuk membeli paket selamatan tertentu. Pengunjung juga tidak dipungut biaya masuk selain retribusi parkir dan diminta berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Pesarean Gunung Kawi.
Viralnya pricelist Gunung Kawi menunjukkan bahwa informasi di media sosial dapat dengan mudah dipahami secara berbeda apabila tidak disertai konteks yang lengkap.
Masyarakat diimbau memeriksa sumber resmi sebelum menyebarkan unggahan yang mengaitkan daftar harga selamatan tersebut dengan tarif pesugihan atau janji memperoleh kekayaan secara instan.