
Pemerintah Venezuela di bawah Presiden Sementara Delcy Rodríguez telah menyepakati penyerahan 30-50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi ke Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan pasca-penangkapan Nicolás Maduro.
Detail Kesepakatan
Pengumuman Presiden AS Donald Trump pada 6 Januari 2026 menyatakan minyak tersebut, senilai hingga US$2 miliar (Rp33,5 triliun), akan dikirim langsung ke pelabuhan AS dari stok yang terkena sanksi sebelumnya. Hasil penjualan dikelola langsung oleh Trump untuk kepentingan rakyat Venezuela dan AS, dengan Chevron sebagai mitra utama ekspor harian 100-150 ribu barel.
Latar Belakang dan Dampak
Kesepakatan ini merespons blokade ekspor sejak Desember 2025 yang memicu penumpukan stok PDVSA, mengalihkan pasokan dari China ke AS. Minyak Merey dijual dengan diskon US$22 per barel di bawah harga Brent, menekan harga minyak global ke kisaran US$50-60 per barel pada 2026.
Respons Pihak Terkait
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyambut baik dampak positif bagi lapangan kerja dan harga bensin AS, sementara Venezuela menegaskan kedaulatan atas asetnya meski di bawah tekanan sanksi. Pasar fisik langsung bereaksi dengan penurunan selisih harga minyak berat di Teluk AS.