
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer kedua ke Venezuela pada 9 Januari 2026 setelah Presiden Sementara Delcy Rodríguez dinilai kooperatif dalam kesepakatan minyak dan transisi pemerintahan.
Kronologi De-eskalasi
Setelah penangkapan Nicolás Maduro dan pengiriman 50 juta barel minyak ke AS, Rodríguez ajak kerjasama diplomatik, putus hubungan Iran-Kuba, dan hentikan perdagangan narkoba. Trump cabut ancaman invasi via Truth Social, puji sikapnya “membuat Venezuela kembali besar”.
Faktor Penentu
Kesepakatan ekspor minyak US$2 miliar via Chevron dan janji bagi hasil aset Venezuela jadi kunci. AS dapat kendali sektor energi tanpa operasi militer, sementara militer Venezuela tetap setia pada Rodríguez.
Dampak Regional
Langkah ini redakan ketakutan perang Amerika Latin, dengan Brasil dan Kolombia sambut positif. OAS gelar mediasi transisi Venezuela, sementara Trump fokus tekanan China-Iran.