Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Truk Kopdes Merah Putih Angkut Bibit Sawit di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tuai Sorotan Warganet

Foto truk Kopdes Merah Putih yang diduga mengangkut bibit sawit di tengah kabut asap karhutla viral di media sosial. Warganet mempertanyakan tujuan pengiriman, sementara lokasi dan konteks aktivitas tersebut belum terverifikasi.

Foto sebuah truk bertuliskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang terlihat membawa bibit kelapa sawit menjadi perbincangan di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan kendaraan melintas di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam unggahan yang beredar, bibit sawit tampak tersusun di bagian belakang truk. Foto lain memperlihatkan bibit tanaman berada di area terbuka dengan kondisi lahan yang terlihat kering dan pepohonan di sekitarnya. Pemandangan ini memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pengiriman bibit tersebut.

Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan kendaraan Kopdes Merah Putih untuk mengangkut bibit sawit, terutama ketika karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan masih menjadi perhatian. Sebagian komentar juga menyoroti pentingnya pemulihan lahan terdampak kebakaran, bukan hanya pengembangan perkebunan.

Meski demikian, foto yang beredar belum cukup untuk memastikan lokasi pengambilan gambar, tujuan pengiriman, maupun pihak yang menggunakan kendaraan tersebut. Belum ada informasi terverifikasi yang membuktikan bahwa pengangkutan bibit itu berkaitan langsung dengan aktivitas di lahan bekas kebakaran.

Sorotan ini kembali memunculkan diskusi mengenai pemanfaatan armada koperasi desa dan transparansi penggunaannya. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan keterangan dari pengelola koperasi maupun instansi terkait mengenai identitas kendaraan, muatan, serta tujuan pengirimannya.

Hingga informasi tersebut terkonfirmasi, dugaan penyalahgunaan kendaraan maupun kaitannya dengan karhutla perlu disikapi secara hati-hati. Foto viral dan komentar warganet belum dapat dijadikan bukti untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.