Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tragis! Rombongan Pembawa Bantuan Diserang di Papua, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak KKB

Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas ditembak saat menjalankan tugas membawa bantuan ternak untuk masyarakat di Papua Pegunungan. Peristiwa terjadi 9 September 2026. Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut pelaku diduga KKB dari wilayah Nduga, tetapi penyelidikan masih berlangsung. Mentan Andi Amran menyampaikan belasungkawa dan meminta keamanan petugas di lapangan diperkuat.

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak dalam perjalanan menjalankan tugas pada Rabu (9/9/2026). Rombongan tersebut diketahui sedang membawa bantuan ternak untuk masyarakat.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di wilayah Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Berdasarkan informasi awal aparat, rombongan pegawai tersebut dihadang kelompok bersenjata. Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut pelaku diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan identitas dan keterlibatan pelaku.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membenarkan bahwa para korban merupakan petugas yang tengah menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua Pegunungan. Ia menyampaikan belasungkawa dan menyebut ketiga korban sebagai “pahlawan pangan” yang gugur ketika menjalankan tugas membantu masyarakat.

Menurut keterangan aparat, rombongan berangkat untuk mengantarkan bantuan ternak kepada masyarakat. Dalam perjalanan, kelompok bersenjata menghadang rombongan dan memisahkan sejumlah anggota berdasarkan identitas mereka. Tiga pegawai kemudian menjadi sasaran penembakan.

Ketiga korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Wamena. Mereka kemudian diidentifikasi sebagai Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25), berdasarkan keterangan Kodim 1702/Jayawijaya kepada ANTARA.

Kementerian Pertanian menyatakan program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti akibat aksi kekerasan. Pemerintah juga meminta aparat keamanan mengusut kasus tersebut serta memastikan keselamatan para petugas yang bekerja di lapangan. 

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan. Perbedaan informasi awal mengenai jumlah anggota rombongan dan detail kronologi juga masih didalami oleh aparat.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.