
Insiden bentrok antara personel TNI dan Brimob terjadi usai pertandingan sepak bola di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (4/1/2026) sore. Kejadian ini berawal dari kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara damai dengan situasi kini kondusif.
Kronologi Kejadian
Pertandingan mempertemukan Lamaindo FC (personel TNI dari Yonif TP 871/La Maindo) melawan Labeta FC (personel Brimob Batalyon B Pelopor Batauga) di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga (atau Masiri menurut sumber lain). Awalnya dipicu saling yel-yel suporter yang memanas, usai laga berakhir personel TNI memasuki lapangan sehingga disalahartikan sebagai provokasi oleh Brimob, berujung pemukulan selama sekitar 8 menit. Pimpinan kedua satuan segera turun tangan mengendalikan situasi pukul 17.40 Wita.
Dampak dan Penyelesaian
Beberapa personel Brimob mengalami luka memar di wajah, sementara TNI juga luka-luka; kerumunan sempat berpindah ke jalanan menyebabkan kepanikan warga termasuk perempuan dan anak-anak. Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha mengonfirmasi penyelesaian damai melalui mediasi melibatkan Dandim, Sekda Buton Selatan, dan komandan batalyon; Bupati Buton Selatan berencana pertemukan ulang untuk pencarian bibit sepak bola. Video amatir di media sosial menunjukkan kerumunan saling kejar-kejaran.