Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tidak Ditebang! Pohon ini Berusia 821 Tahun

Pohon Linden berusia 821 tahun yang berdiri di taman Istana Kamenice nad Lipou, Republik Ceko, terus memikat perhatian sebagai salah satu peninggalan alam paling berharga di kawasan itu. Diperkirakan ditanam sekitar tahun 1267, pohon…

Pohon Linden berusia 821 tahun yang berdiri di taman Istana Kamenice nad Lipou, Republik Ceko, terus memikat perhatian sebagai salah satu peninggalan alam paling berharga di kawasan itu.

Diperkirakan ditanam sekitar tahun 1267, pohon raksasa dari spesies Tilia ini menjadi saksi perjalanan sejarah lebih dari delapan abad, melewati berbagai bencana alam, pergantian zaman, hingga perubahan sosial masyarakat setempat.

Ketangguhan pohon ini tercatat dalam berbagai peristiwa, termasuk sambaran petir hebat pada 1840-an yang membelah batang utamanya.

Namun, kemampuan regenerasi alami membuat pohon tersebut tetap hidup dan berkembang.

Cabang-cabangnya yang melebar kini ditopang struktur khusus guna menjaga kestabilan dan keamanan, sekaligus memastikan pohon kuno itu tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

Selain nilai ekologis, pohon Linden ini juga menyimpan warisan budaya. Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa bangsawan pada masa feodal kerap menggelar pesta dan menari di atas dahan-dahannya.

Sebuah foto lama yang menunjukkan keberadaan lantai dansa di atas pohon memperkuat legenda tersebut, menandai peran pentingnya dalam kehidupan sosial masyarakat masa lalu.

Dikenal sebagai spesies yang mampu hidup lebih dari 1.000 tahun, pohon Linden di Kamenice nad Lipou kini menjadi simbol keabadian alam.

Pemerintah lokal merawatnya dengan ketat sebagai bagian dari identitas kota sekaligus daya tarik wisata.

Pengunjung yang datang dapat menyaksikan langsung bagaimana sebuah pohon yang telah melewati ratusan tahun sejarah tetap berdiri megah di tengah lingkungan kastil tua, menjadi pengingat akan hubungan panjang antara manusia dan alam.

Tag:
Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.