Di berbagai penjuru dunia terdapat sejumlah lokasi yang memiliki kondisi lingkungan, sejarah, maupun karakter geografis yang membuat aktivitas manusia di dalamnya membutuhkan perhatian khusus. Beberapa merupakan kawasan dengan risiko alam, sementara lainnya memiliki sejarah panjang yang membuat akses dan aktivitas di dalamnya diatur secara terbatas.
1. Lake Karachay, Rusia

Lake Karachay berada di kawasan kompleks nuklir Mayak, Rusia. Pada masa Uni Soviet, danau ini digunakan sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Ketika permukaan air menyusut pada periode kekeringan, material radioaktif dari area tersebut dapat terbawa angin ke lingkungan sekitar.
Menurut laporan UNSCEAR, proses remediasi Lake Karachay diselesaikan pada 2015 dengan menutup permukaan dan area di sekitarnya untuk mengurangi kemungkinan perpindahan radionuklida. Kawasan bekas danau tersebut kemudian ditetapkan sebagai fasilitas penyimpanan limbah radioaktif khusus.
2. The Gates of Hell, Turkmenistan

Kawah Gas Darvaza atau yang dikenal sebagai The Gates of Hell berada di Gurun Karakum, Turkmenistan. Kawah tersebut terbentuk setelah kecelakaan dalam pengeboran sumur eksplorasi yang menyebabkan gas keluar dari bawah tanah dan kemudian terbakar.
Api di kawah tersebut bertahan selama puluhan tahun dan menjadikannya salah satu lokasi paling dikenal di Turkmenistan. Dalam perkembangan beberapa tahun terakhir, produksi gas di sekitar kawasan tersebut dilakukan untuk mengurangi pasokan gas yang masuk ke kawah. Pemerintah Turkmenistan pada 2025 melaporkan bahwa intensitas pembakaran Darvaza telah menurun secara signifikan.
3. Lembah Javari, Brasil

Vale do Javari atau Lembah Javari merupakan salah satu wilayah adat penting di Amazon Brasil yang berada dekat perbatasan Peru. Kawasan ini dihuni berbagai kelompok masyarakat adat, termasuk sejumlah kelompok yang hidup dalam kondisi isolasi.
Wilayah tersebut memiliki kawasan hutan yang luas dan menjadi salah satu daerah dengan keberadaan kelompok masyarakat adat terisolasi yang cukup banyak. Perlindungan terhadap wilayah tersebut berkaitan dengan hak masyarakat adat serta kebutuhan untuk menjaga jarak dari kontak luar yang dapat membawa risiko penyakit dan gangguan terhadap kehidupan mereka.
4. Wilayah Mashco Piro, Peru

Mashco Piro merupakan salah satu masyarakat adat yang hidup dalam kondisi isolasi di wilayah Amazon Peru. Kementerian Kebudayaan Peru mencatat bahwa mereka bergerak di sejumlah kawasan hutan di Madre de Dios dan Ucayali, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan.
Pola hidup berpindah mengikuti kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber daya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mashco Piro. Karena sebagian kelompok mempertahankan kehidupan dalam isolasi, informasi mengenai kehidupan mereka relatif terbatas dan interaksi dengan pihak luar mendapat perhatian khusus.
5. Poveglia Island, Italia

Poveglia merupakan pulau kecil di Laguna Venesia, Italia. Dalam sejarahnya, pulau ini pernah digunakan sebagai lokasi karantina bagi kapal dan barang yang memasuki Venesia. Pulau tersebut kemudian digunakan untuk fungsi lain, termasuk sebagai rumah sakit geriatri.
Setelah rumah sakit ditutup pada abad ke-20, Poveglia mengalami periode panjang tanpa aktivitas publik seperti sebelumnya. Sejarah penggunaannya sebagai tempat karantina membuat pulau ini kemudian dikenal luas dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat.
6. The Poison Garden, Inggris

The Poison Garden berada di kompleks Alnwick Garden, Northumberland, Inggris. Berbeda dari lokasi lain dalam daftar ini, tempat tersebut memang dibuat sebagai taman edukasi yang secara khusus mengoleksi tanaman beracun, berbahaya, atau memiliki efek narkotik.
Pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh, mencium, atau mencicipi tanaman di dalam taman. Area tersebut berada di balik gerbang dan kunjungan dilakukan melalui tur berpemandu. Koleksinya mencakup sekitar 100 jenis tanaman berbahaya.
7. Pulau Ramree, Myanmar

Pulau Ramree di Myanmar menjadi bagian dari sejarah Perang Dunia II, khususnya pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu pada 1945. Kawasan rawa bakau di pulau tersebut kemudian dikaitkan dengan cerita mengenai serangan buaya air asin terhadap tentara Jepang.
Namun, jumlah korban yang disebabkan oleh serangan buaya dalam peristiwa tersebut masih menjadi bahan perdebatan. Penelitian yang dilakukan kemudian mempertanyakan angka korban dalam kisah populer yang selama bertahun-tahun menyebut ratusan hingga hampir seribu tentara tewas akibat serangan buaya.
8. Bolton Strid, Inggris

The Strid merupakan bagian sempit dari Sungai Wharfe di kawasan Bolton Abbey, Yorkshire. Pada titik tersebut, sungai menyempit secara drastis sehingga air mengalir melalui celah batu dengan tekanan tinggi.
Dari permukaan, bagian sungai ini dapat terlihat seperti aliran yang relatif sempit. Namun, pengelola Bolton Abbey memperingatkan bahwa kawasan tersebut sangat berbahaya karena memiliki arus bawah yang kuat dan kondisi sungai yang dapat berubah dengan cepat. Pihak pengelola juga mencatat bahwa sejumlah orang telah kehilangan nyawa di kawasan The Strid.