Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tidak Ada Yang berani Kesini! Tempat Paling Berbahaya Di Dunia

Delapan lokasi di dunia memiliki karakteristik ekstrem dan sejarah yang berbeda, mulai dari bekas kawasan limbah radioaktif Lake Karachay, Kawah Gas Darvaza, wilayah masyarakat adat di Amazon, Poveglia Island, Poison Garden, Pulau Ramree, hingga arus berbahaya di Bolton Strid.

Di berbagai penjuru dunia terdapat sejumlah lokasi yang memiliki kondisi lingkungan, sejarah, maupun karakter geografis yang membuat aktivitas manusia di dalamnya membutuhkan perhatian khusus. Beberapa merupakan kawasan dengan risiko alam, sementara lainnya memiliki sejarah panjang yang membuat akses dan aktivitas di dalamnya diatur secara terbatas.

1. Lake Karachay, Rusia

LAKE KARACHAY, RUSIA
Salah satu tempat paling radioaktif di dunia. Selama puluhan tahun, limbah nuklir dibuang ke danau ini. Pada 1990-an, berada di tepinya selama satu jam saja disebut dapat menyebabkan mematikan. paparan radiasi

Lake Karachay berada di kawasan kompleks nuklir Mayak, Rusia. Pada masa Uni Soviet, danau ini digunakan sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Ketika permukaan air menyusut pada periode kekeringan, material radioaktif dari area tersebut dapat terbawa angin ke lingkungan sekitar.

Menurut laporan UNSCEAR, proses remediasi Lake Karachay diselesaikan pada 2015 dengan menutup permukaan dan area di sekitarnya untuk mengurangi kemungkinan perpindahan radionuklida. Kawasan bekas danau tersebut kemudian ditetapkan sebagai fasilitas penyimpanan limbah radioaktif khusus.

2. The Gates of Hell, Turkmenistan

THE GATES OF HELL, TURKMENISTAN
Kawah raksasa di tengah gurun yang telah terbakar selama lebih dari 50 tahun. Pada 1971, sebuah rig pengeboran runtuh di lokasi ini. Untuk mencegah gas menyebar, kawah tersebut sengaja dibakar dan diperkirakan akan padam dalam beberapa minggu.

Kawah Gas Darvaza atau yang dikenal sebagai The Gates of Hell berada di Gurun Karakum, Turkmenistan. Kawah tersebut terbentuk setelah kecelakaan dalam pengeboran sumur eksplorasi yang menyebabkan gas keluar dari bawah tanah dan kemudian terbakar.

Api di kawah tersebut bertahan selama puluhan tahun dan menjadikannya salah satu lokasi paling dikenal di Turkmenistan. Dalam perkembangan beberapa tahun terakhir, produksi gas di sekitar kawasan tersebut dilakukan untuk mengurangi pasokan gas yang masuk ke kawah. Pemerintah Turkmenistan pada 2025 melaporkan bahwa intensitas pembakaran Darvaza telah menurun secara signifikan.

3. Lembah Javari, Brasil

LEMBAH JAVARI, BRASIL
Beberapa bagian wilayah ini dihuni banyak ular berbisa, termasuk golden lancehead yang hanya ditemukan di kawasan tersebut. Racunnya dapat merusak jaringan tubuh di sekitar gigitan. Akses ke wilayah ini dilarang kecuali bagi pihak yang berwenang.

Vale do Javari atau Lembah Javari merupakan salah satu wilayah adat penting di Amazon Brasil yang berada dekat perbatasan Peru. Kawasan ini dihuni berbagai kelompok masyarakat adat, termasuk sejumlah kelompok yang hidup dalam kondisi isolasi.

Wilayah tersebut memiliki kawasan hutan yang luas dan menjadi salah satu daerah dengan keberadaan kelompok masyarakat adat terisolasi yang cukup banyak. Perlindungan terhadap wilayah tersebut berkaitan dengan hak masyarakat adat serta kebutuhan untuk menjaga jarak dari kontak luar yang dapat membawa risiko penyakit dan gangguan terhadap kehidupan mereka.

4. Wilayah Mashco Piro, Peru

WILAYAH MASHCO PIRO, PERU
Salah satu kelompok masyarakat adat terisolasi terbesar di dunia, dengan sekitar 750 orang. Mereka menolak kehadiran orang luar dan diketahui menyerang siapa pun yang mendekat. Akses ke wilayah ini dilarang karena penyakit seperti flu dapat mengancam komunitas mereka.

Mashco Piro merupakan salah satu masyarakat adat yang hidup dalam kondisi isolasi di wilayah Amazon Peru. Kementerian Kebudayaan Peru mencatat bahwa mereka bergerak di sejumlah kawasan hutan di Madre de Dios dan Ucayali, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan.

Pola hidup berpindah mengikuti kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber daya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mashco Piro. Karena sebagian kelompok mempertahankan kehidupan dalam isolasi, informasi mengenai kehidupan mereka relatif terbatas dan interaksi dengan pihak luar mendapat perhatian khusus.

5. Poveglia Island, Italia

POVEGLIA ISLAND, ITALIA
Saat wabah penyakit melanda, orang-orang yang sakit dibawa ke pulau ini dan jenazah dibakar. Konon, sebagian tanahnya bercampur dengan abu manusia. Penduduk setempat menghindari pulau ini, Para nelayan enggan mencari ikan di sekitarnya karena takut menemukan tulang manusia.

Poveglia merupakan pulau kecil di Laguna Venesia, Italia. Dalam sejarahnya, pulau ini pernah digunakan sebagai lokasi karantina bagi kapal dan barang yang memasuki Venesia. Pulau tersebut kemudian digunakan untuk fungsi lain, termasuk sebagai rumah sakit geriatri.

Setelah rumah sakit ditutup pada abad ke-20, Poveglia mengalami periode panjang tanpa aktivitas publik seperti sebelumnya. Sejarah penggunaannya sebagai tempat karantina membuat pulau ini kemudian dikenal luas dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat.

6. The Poison Garden, Inggris

THE POISON GARDEN, INGGRIS
Taman resmi di Northumberland yang dipenuhi tanaman beracun. Beberapa d antaranya dapat membahayakan hanya dengan disentuh, sementara yang lain berbahaya jika serbuk sarinya terhirup. Tanaman-tanaman tersebut disimpan d kandang demi keselamatar dalam pengunjung.

The Poison Garden berada di kompleks Alnwick Garden, Northumberland, Inggris. Berbeda dari lokasi lain dalam daftar ini, tempat tersebut memang dibuat sebagai taman edukasi yang secara khusus mengoleksi tanaman beracun, berbahaya, atau memiliki efek narkotik.

Pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh, mencium, atau mencicipi tanaman di dalam taman. Area tersebut berada di balik gerbang dan kunjungan dilakukan melalui tur berpemandu. Koleksinya mencakup sekitar 100 jenis tanaman berbahaya.

7. Pulau Ramree, Myanmar

PULAU RAMREE, MYANMAR
Pada 1945, sekitar seribu tentara Jepang mundur melewati rawa-rawa di pulau ini. Rawa tersebut dipenuhi buaya air asin dan tidak semua tentara berhasil bertahan hingga pagi.

Pulau Ramree di Myanmar menjadi bagian dari sejarah Perang Dunia II, khususnya pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu pada 1945. Kawasan rawa bakau di pulau tersebut kemudian dikaitkan dengan cerita mengenai serangan buaya air asin terhadap tentara Jepang.

Namun, jumlah korban yang disebabkan oleh serangan buaya dalam peristiwa tersebut masih menjadi bahan perdebatan. Penelitian yang dilakukan kemudian mempertanyakan angka korban dalam kisah populer yang selama bertahun-tahun menyebut ratusan hingga hampir seribu tentara tewas akibat serangan buaya.

8. Bolton Strid, Inggris

BOLTON STRID, INGGRIS
Aliran sungai yang lebarnya kurang dari dua meter dan terlihat mudah untuk diseberangi. Namun, di bawah permukaannya terdapat arus deras dan saluran bawah air yang dalam. Siapa pun yang terjatuh dapat langsung terseret ke bawah.

The Strid merupakan bagian sempit dari Sungai Wharfe di kawasan Bolton Abbey, Yorkshire. Pada titik tersebut, sungai menyempit secara drastis sehingga air mengalir melalui celah batu dengan tekanan tinggi.

Dari permukaan, bagian sungai ini dapat terlihat seperti aliran yang relatif sempit. Namun, pengelola Bolton Abbey memperingatkan bahwa kawasan tersebut sangat berbahaya karena memiliki arus bawah yang kuat dan kondisi sungai yang dapat berubah dengan cepat. Pihak pengelola juga mencatat bahwa sejumlah orang telah kehilangan nyawa di kawasan The Strid.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.