
Dua tentara perempuan Israel dari IDF (Israel Defense Forces) dikejar kerumunan pria Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi) di kota Bnei Brak pada Minggu, 15 Februari 2026. Insiden ini viral lewat video di media sosial yang menunjukkan mereka berlari sambil dikejar massa sambil memalingkan muka, dengan polisi mengawal evakuasi di tengah kekacauan.
Kedua prajurit wanita dari Korps Pendidikan dan Pemuda sedang berkunjung ke rumah rekan mereka di wilayah mayoritas Haredi tersebut. Massa pria Haredi marah karena menolak kehadiran wanita berpakaian militer—yang dianggap melanggar norma religius ketat mereka—lalu mengejar hingga membalik mobil polisi dan menumbangkan tempat sampah. Polisi antihuru-hara turun tangan dengan granat kejut, menangkap 22-23 orang, meski tiga petugas terluka dan beberapa kendaraan polisi dirusak.
Insiden dipicu ketegangan wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks, yang selama puluhan tahun dibebaskan untuk fokus studi agama (yeshiva), tapi Mahkamah Agung Israel hentikan pembebasan itu sejak 2024. Populasi Haredi (14% penduduk Israel) kian memanas protesnya pasca-perang Gaza 2023, menolak rekrutmen sambil tetap dapat subsidi negara.
PM Benjamin Netanyahu kutuk sebagai “tidak bisa diterima” dan janji tindakan tegas terhadap penyerang. Kepala Staf IDF Eyal Zamir sebut itu “pelanggaran garis merah”; oposisi seperti Yair Lapid tuntut penangkapan massal dan kritik koalisi Netanyahu. Situasi kini terkendali, tapi potensi bentrokan lanjut terkait isu wajib militer.