Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tak Menyimpan Dendam, Buya Hamka Penuhi Permintaan Terakhir Soekarno untuk Menyalatkan Jenazahnya

Hubungan Buya Hamka dan Soekarno diwarnai perbedaan politik, penahanan, serta pesan terakhir tentang salat jenazah yang mempertemukan keduanya kembali.

Hubungan Buya Hamka dan Soekarno pernah berada di titik yang berseberangan. Pada 27 Januari 1964, Hamka ditangkap pemerintah Soekarno dan ditahan selama dua tahun.

Pada 27 Januari 1964, Buya Hamka ditangkap pemerintah Soekarno dan ditahan selama 2 tahun
Ia dituduh merencanakan pembunuhan Presiden, tetapi tuduhan itu belum dapat dibuktikan hingga kini

Penahanan itu disertai tuduhan bahwa Hamka merencanakan pembunuhan terhadap presiden. Namun, tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan hingga kini.

Alih-alih menyimpan dendam, Buya Hamka menggunakan masa penjara untuk menyelesaikan Tafsir Al-Azhar hingga 30 juz

Hamka tidak menghabiskan masa tahanannya dengan membalas perbedaan politik itu. Ia justru menggunakan waktunya di penjara untuk menyelesaikan Tafsir Al-Azhar hingga 30 juz.

Buya Hamka dan Ir. Soekarno dikenal memiliki perbedaan politik yang sangat tajam sepanjang hidup mereka
Menjelang akhir hayatnya, Soekarno menitipkan pesan agar jenazahnya disalatkan oleh Buya Hamka

Perbedaan politik antara Hamka dan Soekarno tetap tajam selama hidup mereka. Namun, menjelang akhir hayatnya, Soekarno menitipkan pesan agar jenazahnya disalatkan oleh Hamka.

Tanpa ragu, saat itu Buya Hamka langsung menuju Wisma Yaso & menjalankan permintaan terakhir dari Presiden ke-1 Indonesia itu

Ketika Soekarno wafat, Hamka mendatangi Wisma Yaso untuk memenuhi permintaan tersebut. Pengalaman penahanan dan perbedaan politik tidak membuatnya menolak menjadi imam salat jenazah presiden pertama Indonesia itu.

“Dia tetap seorang muslim yang jenazahnya wajib kita sholatkan dengan baik. Saya tak pernah dendam karena itu dosa,” Hamka

“Dia tetap seorang muslim yang jenazahnya wajib kita sholatkan dengan baik. Saya tak pernah dendam karena itu dosa,” kata Hamka. Penjara yang pernah memisahkan keduanya pada akhirnya menjadi bagian dari kisah pertemuan mereka kembali di hadapan jenazah.

Sumber: Instagram
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.