Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Tak Disangka, Lansia di Pondok Tulus Kasih Punya Kisah Karier Beragam, dari Musisi Metal hingga Model

Penghuni Pondok Lansia Tulus Kasih mencuri perhatian setelah mengungkap profesi mereka saat muda. Seorang opa pernah menjadi musisi metal, sedangkan seorang oma mengaku pernah berprofesi sebagai model.

Sejumlah penghuni Pondok Lansia Tulus Kasih menarik perhatian warganet setelah membagikan profesi yang pernah mereka jalani ketika masih muda. Kisah tersebut memperlihatkan bahwa para lansia memiliki perjalanan hidup yang beragam, dengan pengalaman dan kenangan yang tetap berharga hingga usia senja.

Dalam unggahan yang beredar di akun Instagram @dagelanviral, seorang opa menunjukkan tulisan bahwa dirinya dahulu merupakan musisi metal. Sementara itu, seorang oma mengungkapkan bahwa ia pernah berprofesi sebagai model. Pengakuan sederhana tersebut mengundang rasa penasaran sekaligus respons hangat dari pengguna media sosial.

Kisah para penghuni ini menjadi pengingat bahwa usia lanjut tidak menghapus identitas, pengalaman, maupun pencapaian seseorang pada masa lalu. Di balik penampilan mereka saat ini, tersimpan cerita tentang pekerjaan, minat, dan fase kehidupan yang pernah dijalani.

Pondok Lansia Tulus Kasih sendiri merupakan lembaga pelayanan bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perawatan dan pendampingan. Selain memberikan dukungan fisik, keberadaan tempat seperti ini juga penting untuk membantu penghuni menjalani keseharian dengan lebih nyaman dan tetap memiliki ruang untuk berinteraksi.

Unggahan tersebut pun mengajak masyarakat melihat para lansia bukan sekadar dari usia atau kondisi mereka sekarang, melainkan sebagai individu dengan perjalanan hidup masing-masing. Kisah masa lalu mereka layak didengarkan dan dihargai, sekaligus menjadi pengingat pentingnya memberikan perhatian serta penghormatan kepada orang lanjut usia.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.