Aliran Sungai Cileungsi–Gunung Putri di kawasan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah air sungai terlihat hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat pada Selasa, 15 September 2026.
Dari foto udara yang dirilis ANTARA, warna gelap terlihat membentang di sepanjang aliran sungai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menduga perubahan tersebut berkaitan dengan aktivitas industri dan pengelolaan limbah yang belum maksimal.
Kondisi serupa sebelumnya juga terlihat pada Senin, 14 September. Laporan di lapangan menyebut air sungai berwarna hitam, disertai buih dan aroma yang sangat menyengat. Kondisi tersebut dilaporkan membentang sekitar 26 kilometer hingga pertemuan Sungai Cileungsi dengan Sungai Cikeas sebelum menjadi Kali Bekasi.
Bau dari sungai bahkan dikeluhkan warga yang tinggal di sepanjang alirannya. Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) mengatakan aroma tersebut semakin kuat pada malam hari dan mengganggu aktivitas serta waktu istirahat warga.
DLH Kabupaten Bogor kemudian melakukan penelusuran terhadap saluran pembuangan yang bermuara ke sungai. Petugas juga mengambil sampel air untuk mengetahui kondisi pencemaran dan mencari sumbernya.

Dugaan pencemaran ini bukan persoalan yang baru muncul. Pada Agustus 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH menghentikan pembuangan air limbah ilegal di empat lokasi usaha di sepanjang DAS Cileungsi setelah ditemukan dugaan pembuangan limbah langsung ke badan air tanpa pengolahan yang semestinya.
Pada awal September, petugas gabungan juga menemukan sejumlah pipa ilegal yang diduga digunakan untuk mengalirkan limbah ke Sungai Cileungsi. Beberapa pipa ditemukan dalam kondisi disumbat dan ditutup tanah, yang menurut petugas diduga dimaksudkan untuk menyamarkan saluran tersebut.
DLH masih perlu memastikan sumber dan jenis pencemar melalui pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa satu perusahaan tertentu merupakan penyebab perubahan warna air tersebut sebelum hasil pemeriksaan dan penelusuran resmi selesai.
Kondisi sungai yang menghitam juga menjadi perhatian karena Sungai Cileungsi mengalir menuju sistem Kali Bekasi. Pencemaran di bagian hulu berpotensi berdampak lebih luas terhadap kualitas lingkungan di wilayah hilir.
Kasus ini kembali memperlihatkan persoalan pengawasan limbah industri di kawasan DAS Cileungsi. Penindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan lingkungan akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan pembuktian oleh otoritas terkait.