Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Stasiun Sepi di Jepang Batal Ditutup demi Menunggu Satu-Satunya Penumpang Lulus Sekolah

Japan Railway menunda penutupan Stasiun Kami-Shirataki di Hokkaido karena seorang siswi SMA masih menggunakannya setiap hari. Stasiun itu baru ditutup setelah ia lulus pada 26 Maret 2016.

Stasiun Kami-Shirataki di Hokkaido, Jepang, pernah nyaris tidak memiliki penumpang. Japan Railway atau JR semula berencana menutup stasiun tersebut karena tidak lagi dianggap menguntungkan untuk dioperasikan.

Stasiun Kyu-Shirataki di Hokkaido Semula Merugi Parah dan Hendak Ditutup Permanen
Namun rencana dibatalkan demi seorang siswi yang bergantung pada kereta tersebut.

Rencana itu ditunda setelah diketahui bahwa seorang siswi SMA masih rutin menggunakan kereta dari stasiun tersebut untuk pergi dan pulang sekolah. Keberadaan satu penumpang membuat JR memilih mempertahankan layanan itu lebih lama.

Jadwal kereta sengaja diatur berhenti dua kali sehari menyesuaikan jam sekolahnya. Bagi mereka, masa depan seorang anak jauh lebih berharga daripada kerugian finansial

Jadwal perjalanan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan sekolah sang siswi. Kereta berhenti dua kali sehari: mengantarnya pada pagi hari dan menjemputnya pada sore hari.

Setiap musim dingin, para lansia desa secara sukarela menyekop salju tebal di peron. Teks ini menyebutnya sebagai bukti prinsip moral Jepang untuk tidak membiarkan siapa pun tertinggal.

JR menetapkan penutupan stasiun setelah siswi tersebut menyelesaikan sekolah. Stasiun Kami-Shirataki akhirnya ditutup pada 26 Maret 2016, bertepatan dengan hari kelulusannya.

Tepat pada hari kelulusan sang siswi, stasiun ini akhirnya ditutup untuk selamanya. Air mata warga dan lambaian masinis menandai tuntasnya pengabdian yang sangat tulus.

Kisah ini dikenal luas karena memperlihatkan bahwa keputusan layanan publik tidak selalu ditentukan semata-mata oleh jumlah pengguna atau keuntungan finansial. Dalam kasus ini, perjalanan kereta tetap dijalankan selama masih dibutuhkan oleh satu orang.

Penutupan Kami-Shirataki menandai berakhirnya layanan di sebuah stasiun terpencil yang selama beberapa waktu dipertahankan khusus untuk perjalanan seorang pelajar. Peristiwa itu kemudian menjadi contoh tentang bagaimana akses pendidikan dan kebutuhan warga dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan transportasi.

Sumber: Instagram
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.