Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Sopir Asal Toraja Aris Sanda Diduga Dibun*h Kelompok Bersenjata di Wamena, Mobil Disebut Dibak*r

Sopir asal Toraja, Aris Sanda, dilaporkan disandera kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga. Ia disebut dipaksa membuat video dukungan Papua merdeka sebelum muncul laporan bahwa dirinya ditembak dan mobilnya dibakar. Namun, Satgas Damai Cartenz pada 16 September menyatakan personel di lapangan belum menemukan Aris. Jadi, kondisi dan keberadaannya masih menunggu konfirmasi resmi.

Sopir lajuran asal Toraja, Aris Sanda, dilaporkan menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di kawasan Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Aris disebut sedang membawa sejumlah penumpang dari Wamena menuju Mbua ketika kendaraannya dihadang kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga. Para penumpang kemudian diperintahkan turun dari kendaraan.

Pria ini juga di paksa mengatakan bahwa Papua harus merdeka sambil ditod*ngkan senjata kearahnya. Diduga selanjutnya pria tersebut dibun*nuh dan mobilnya di baka*r.

Sejumlah laporan menyebut sebagian penumpang kemudian dilepaskan dan melanjutkan perjalanan, sedangkan Aris masih ditahan oleh kelompok tersebut. Dalam video yang beredar, Aris terlihat berada di tengah sejumlah pria bersenjata dan diminta memegang bendera Bintang Kejora.

Aris juga terlihat diminta menyampaikan pernyataan yang mendukung Papua merdeka. Dalam rekaman tersebut, ia menyebut telah bekerja sebagai sopir dan melayani masyarakat di Papua sejak 2013.

Setelah video tersebut dibuat, sejumlah media lokal melaporkan Aris kemudian ditembak. Kendaraan lajuran yang dikemudikannya juga dilaporkan dibakar. Kelompok TPNPB kemudian mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Kelompok tersebut juga mengeklaim Aris merupakan agen intelijen militer yang menyamar sebagai sopir. Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim dari pihak yang mengaku bertanggung jawab dan belum terverifikasi secara independen.

Kabar duka atas Aris telah beredar di media sosial, termasuk unggahan yang menyebut dirinya telah meninggal. Namun, perkembangan penting muncul pada Rabu (16/9): Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menyatakan aparat yang merespons ke lokasi belum menemukan Aris sehingga kondisi dan keberadaannya saat itu belum dapat dipastikan.

Dengan demikian, informasi mengenai Aris telah meninggal dan mobilnya dibakar masih perlu dipisahkan dari keterangan resmi aparat. Laporan media lokal mengenai penembakan memang telah muncul, tetapi kepolisian pada 16 September menyatakan korban belum ditemukan di lokasi.

Satgas Operasi Damai Cartenz masih mengirim personel untuk merespons kejadian tersebut. Aparat juga masih melakukan penyelidikan mengenai kronologi, identitas kelompok yang terlibat, serta keberadaan Aris.

Kasus ini menambah rangkaian kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua Pegunungan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dilaporkan tewas dalam penembakan pada 9 September 2026, dan aparat masih melakukan penanganan terhadap rangkaian insiden tersebut.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.