
Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Caracas dan wilayah Venezuela lainnya pada 3 Januari 2026, menurut klaim Presiden Donald Trump dan respons pemerintah Venezuela. Ledakan terdengar di ibu kota, menargetkan infrastruktur militer seperti Fuerte Tiuna, sementara Trump klaim operasi sukses dan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya ditangkap serta diterbangkan keluar negeri.
Respons Venezuela
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez sebut ini “agresi militer paling kriminal” AS untuk rebut minyak dan mineral, dengan Maduro tandatangani dekret status gangguan eksternal nasional. Warga Caracas panik akibat asap tebal dan sirene serangan udara.
Konteks Geopolitik
Serangan ini picu setelah blokade laut AS, sanksi minyak, dan hadiah US$50 juta untuk Maduro; Venezuela tuduh AS incar cadangan minyak terbesar dunia. Presiden Kolombia Gustavo Petro konfirmasi dimulainya serangan, tapi pasar saham global belum terganggu signifikan.