
Sherly Annavita, konten kreator asal Aceh, mengaku diteror orang tak dikenal pada 30 Desember 2025 setelah menyoroti kondisi bencana di Sumatra dan Aceh melalui kontennya. Teror meliputi mobilnya dicoret, dilempari telur busuk, serta ancaman verbal yang membuatnya takut.
Kronologi Kejadian
Ia aktif bongkar fakta akses terjal di wilayah terisolasi pasca-bencana sejak 25 Desember 2025, memicu respons negatif dari pihak tak dikenal. Ancaman datang via telepon dan fisik di sekitar rumahnya, terkait liputannya yang kritis terhadap penanganan bencana.
Respons dan Dukungan
Dewan Pers menyatakan penyesalan atas penghalangan terhadap wartawan dan kreator seperti Sherly, mendorong penyelidikan. Bukhori Harahap instruksikan usut tuntas pelaku, sementara netizen dan aktivis seperti Ahmad Khozinudin beri dukungan moral agar ia lanjutkan perjuangan kemanusiaan.