Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Sempat Diremehkan dan Diprediksi Sulit Menang, Pengelola Sampah Jadi Kepala Desa di Bekasi

Sempat disebut sulit menang, Surya Bin Samid justru terpilih menjadi Kepala Desa Mekarwangi, Bekasi. Ia meraih 4.107 suara, unggul tipis 73 suara dari rivalnya. Sebelumnya, ia dikenal bekerja mengelola barang bekas dan limbah pabrik.

Surya Bin Samid, warga Kampung Rawa Banteng, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terpilih sebagai kepala desa dalam Pilkades Serentak 2026. Kisahnya menjadi perhatian karena latar belakang pekerjaannya sebagai pengelola barang bekas dan limbah pabrik bernilai ekonomis.

Surya (46 tahun), warga kampung rawa benteng kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Sehari-hari ia mencari barang bekas dan limbah yang masih bisa dijual kembali. Dengan itu ia menghidupi keluarganya dan memiliki karyawan 3 orang.

Surya disebut menjalankan usaha sederhana untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari pekerjaan tersebut, ia juga dilaporkan melibatkan tiga pekerja dalam aktivitas pengelolaan barang bekas dan limbah.

Meski hidup dengan penuh kesederhanaan tak menghalanginya maju Pilkades Mekarwangi. Keputusan itu berawal dari keinginannya sendiri yang kemudian mendapat dukungan dari teman dan masyrakat sekitar.

Di media sosial, kisah Surya kemudian dikaitkan dengan kondisi ekonominya yang sederhana. Ia disebut masih tinggal di rumah sederhana bersama anggota keluarganya. Narasi yang beredar juga menyebut dirinya sempat diremehkan dan dianggap sulit memenangkan pemilihan kepala desa.

Perjalanan tak selalu mulus, ia mengaku sempat di cibir karena kondisi ekonominya, bahkan pencalonannya disebut seperti "semut melawan gajah" karena harus menghadapi kepala desa yang sebelumnnya menjabat

Namun, hasil pemungutan suara justru menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang diberitakan, Surya memperoleh 4.107 suara, sementara calon nomor urut 2, Subur Rusnandi, memperoleh 4.034 suara. Selisih keduanya hanya 73 suara.

Pemilihan berlangsung di 19 TPS dengan total 9.249 surat suara masuk. Dalam rekapitulasi tersebut tercatat pula 1.108 suara tidak sah.

Setelah terpilih, Surya ingin membangun Desa Mekarwangi lebih transparan dan meningkatkan ekonomi warga, pengalamannya memilah limbah ingin ia kembangkan menjadi pengolahan sampah yang juga sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Kemenangan tersebut membuat kisah Surya ramai diperbincangkan. Unggahan media sosial menyoroti kontras antara pekerjaan sehari-harinya dengan jabatan baru yang akan diembannya sebagai kepala desa.

Kisah ini juga memperlihatkan bahwa dalam pemilihan kepala desa, latar belakang ekonomi seseorang bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil pemungutan suara. Pada akhirnya, warga Mekarwangi memberikan suara terbanyak kepada Surya dalam pemilihan yang berlangsung pada 20 September 2026.

Meski demikian, narasi bahwa Surya “diremehkan” atau “dianggap mustahil menang” merupakan bagian dari cerita yang beredar di media sosial dan bukan fakta yang dapat diverifikasi secara independen dari hasil pemilihan.

Surya bin Samid (Kepala Desa Mekarwangi): Saya memang orang biasa, secara ekonomi apa adanya, banyak yang menghina, tapi saya tidak menggubrisnya. Saya berjalan dengan niat hati saya.

Setelah terpilih, perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana Surya menjalankan pemerintahan desa dan memenuhi harapan warga Mekarwangi selama masa kepemimpinannya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.