Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Perayaan tahun ini mengusung tema “Otentik Konkret” dan dirancang untuk berlangsung dalam rangkaian kegiatan selama September hingga Oktober 2026.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan perayaan HUT ke-270 tidak hanya diarahkan sebagai seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Kota Yogyakarta sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tujuh event unggulan akan menjadi bagian utama perayaan pada Oktober 2026. Berdasarkan informasi Pemkot Yogyakarta dan ANTARA, agenda tersebut meliputi:
1. Yk Festisale
2. Simfoni 1001 Pembatik di Malioboro
3. Malioboro Run
4. Sarkemfest
5. Wayang Jogja Night Carnival (WJNC)
6. Kustomfest
7. Otentik City Rally
Rangkaian tersebut tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM, sektor perdagangan, hotel, ritel, komunitas, seniman, hingga masyarakat lokal. Pemkot berharap berbagai kegiatan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus membuat wisatawan tinggal lebih lama di Yogyakarta.
Selain tujuh event unggulan, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan sekitar 20 event pendukung sepanjang Oktober. Beberapa di antaranya Ekspo Karya Pemuda, Jogja Harmoni, Festival Layanan Publik, SMEXPO, Malioboro Coffee Night, Festival Inovasi Jogja, 270 Otentik Running, Bakpia Day, hingga Youth and Innovation.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan yang lebih besar. Pemkot sebelumnya menyebut sekitar 120 kegiatan akan digelar sejak 7 Agustus hingga 7 Oktober 2026, melibatkan perangkat daerah, sekolah, komunitas, pelaku usaha dan berbagai unsur masyarakat.
Puncak HUT ke-270 Kota Yogyakarta akan berlangsung pada 7 Oktober 2026 melalui Wayang Jogja Night Carnival atau WJNC. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, WJNC 2026 dikembangkan menjadi WJNC Festival yang berlangsung pada 1–7 Oktober.
Puncak acara akan digelar di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Pemkot menargetkan kegiatan ini dapat menarik sekitar 10.000 wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan di Kota Yogyakarta.
Dengan konsep “Otentik Konkret”, Pemkot Yogyakarta berharap perayaan ulang tahun kota tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat budaya lokal, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam.