Di tengah dahsyatnya tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004, seorang bidan bernama Nur Asiah memilih tetap menjalankan tugasnya membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Saat gempa besar mengguncang Aceh, Nur Asiah sedang berada di rumah mertuanya di sebuah desa pesisir Aceh Jaya. Ia kemudian menyelamatkan diri bersama anak-anak dan keluarga dengan berlari menuju daerah pegunungan setelah mendapat peringatan bahwa gelombang tsunami akan datang.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Nur mendapat kabar mengenai seorang perempuan yang sedang hamil tua dan membutuhkan bantuan untuk melahirkan. Meski dirinya sendiri masih dalam kondisi trauma dan belum mengetahui keadaan suaminya, Nur memutuskan pergi membantu perempuan tersebut.
Tanpa rumah sakit, ruang bersalin, obat-obatan, maupun peralatan medis yang memadai, proses persalinan akhirnya dilakukan di ruang terbuka. Nur membantu persalinan tersebut di atas rumput dalam kondisi darurat dan penuh ketidakpastian. Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, bayi tersebut berhasil lahir dengan selamat bersama ibunya.
Bayi itu kemudian diberi nama Ahlan oleh ibunya, Eva. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk kenangan atas pertolongan Nur pada malam bencana. Eva dan Nur yang sebelumnya tidak saling mengenal kemudian menjadi sahabat. Bertahun-tahun setelah tsunami, keduanya bahkan masih tinggal berdekatan dan anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama.
Setelah tsunami, Nur tidak berhenti memberikan bantuan. Ia terus membantu para penyintas, terutama perempuan hamil, ibu, dan anak-anak, meskipun fasilitas kesehatan ketika itu sangat terbatas.
Kisah Nur Asiah kemudian menjadi salah satu contoh peran tenaga kesehatan lokal dalam penanganan korban tsunami Aceh. UNFPA mencatat bahwa Nur telah bekerja sebagai bidan sejak 1994 dan tetap menjalankan tugas kemanusiaannya setelah bencana.
Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa di tengah bencana besar, pertolongan tidak selalu datang dari fasilitas medis yang lengkap. Dalam kasus Nur, keterampilan seorang bidan, keberanian, dan kemauan untuk membantu menjadi sangat berarti bagi seorang ibu dan bayi yang lahir di tengah situasi darurat.