
Indonesia menghadapi krisis penanganan penyakit jantung bawaan pada anak dengan antrean operasi mencapai ribuan kasus akibat keterbatasan dokter spesialis. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan sekitar 50.000 kasus terdeteksi per tahun, tapi hanya 5.000 yang tertangani, dengan antrean panjang di RSJPD Harapan Kita.
Antrean operasi jantung bawaan mencapai 4.000-6.000 orang nasional, sementara dokter spesialis jantung anak hanya sekitar 100 orang. Biaya operasi rata-rata Rp100 juta per kasus, dengan BPJS menanggung Rp30 juta saja, sisanya subsidi rumah sakit.
Kemenkes bekerja sama dengan BPJS untuk regulasi baru, kerjasama internasional seperti dengan Arab Saudi via KSR (sudah tangani 260 kasus senilai Rp62 miliar), dan organisasi seperti Yayasan Jantung Indonesia. RSJPD Harapan Kita jadi pusat rujukan utama meski overload.