
Syrian Democratic Forces (SDF), pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat, mengalami penurunan dukungan signifikan dari AS setelah prioritas Washington bergeser pasca-kalahnya ISIS pada 2019. Dulu dielu-elukan sebagai sekutu utama melawan terorisme, kini SDF dicampakkan karena kebijakan Trump yang menarik pasukan AS dari Suriah utara pada 2025.
AS pernah mengerahkan ribuan tentara dan miliaran dolar untuk SDF guna memerangi ISIS, dengan puncaknya pada pembebasan Raqqa 2017. Namun, setelah Trump terpilih kembali 2024, ia prioritaskan isolasionisme, menyebabkan pengurangan pasukan hingga di bawah 1.000 personel pada Januari 2026.
Turki terus tekan SDF sebagai ekstensi PKK, sementara rezim Assad dan Rusia manfaatkan kekosongan kekuasaan AS untuk merebut wilayah timur Sungai Eufrat. SDF kini bergantung pada kesepakatan pragmatis dengan Damaskus, menandai akhir era dukungan penuh Amerika
Penarikan ini perkuat pengaruh Iran dan Rusia di Suriah, tinggalkan SDF rentan terhadap serangan Turki, dan soroti ketidakstabilan aliansi AS di Timur Tengah.