
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkap temuan penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science pada Desember 2025, menyatakan 90 persen jenius global seperti pemenang Nobel, atlet top dunia, grandmaster catur, dan komposer ternama tidak menunjukkan bakat luar biasa saat kecil. Sebaliknya, 80 persen anak berprestasi tinggi di usia dini justru gagal mencapai puncak karier dewasa.
Faktor Penentu Jenius
Stella jelaskan dua strategi utama: pertumbuhan bertahap (proses panjang, bukan instan) dan pendidikan lintas disiplin yang latih berbagai keterampilan sejak kecil. Contohnya, anak biasa-biasa saja (garis kuning grafik) bisa menyalip anak jenius dini (garis biru) saat dewasa berkat pendekatan holistik.
Implikasi Pendidikan
Temuan ini dorong Kemendiktisaintek terapkan model evidence-based di Sekolah Garuda dan perguruan tinggi untuk ciptakan juara dunia Indonesia. Stella ajak orang tua, guru, dan pemerintah hindari obsesi anak “jagoan” dini demi hasil jangka panjang.