Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Salfok Sama Peralatannya! Polres Banjar Bentuk Tim Buru Api Karhutla, Personel Disiagakan 24 Jam

Polres Banjar membentuk Tim Buru Api Marta Presisi untuk mengantisipasi karhutla. Personel disiagakan bergantian dalam dua sif selama 24 jam guna memperkuat pencegahan, pemantauan titik api, dan respons cepat terhadap kebakaran.

Polres Banjar, Polda Kalimantan Selatan, membentuk Tim Buru Api Marta Presisi untuk mengantisipasi dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Pembentukan tim ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman kebakaran.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @feedmedsos, Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto memimpin apel kesiapan Tim Buru Api Marta Presisi di halaman Mapolres Banjar pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres, pejabat utama, kapolsek jajaran, para perwira, serta personel yang tergabung dalam tim.

Dalam apel tersebut, kesiapan personel menjadi salah satu perhatian utama. Tim disiapkan untuk merespons potensi kebakaran, melakukan langkah penanganan awal, serta mendukung koordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan titik api di wilayah tugasnya.

Kesiagaan selama 24 jam dilakukan melalui pembagian tugas dalam dua sif. Pola ini diharapkan memungkinkan personel tetap siap merespons laporan maupun indikasi kebakaran tanpa harus menunggu api meluas.

Langkah tersebut juga penting untuk mencegah dampak karhutla yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak lingkungan, dan menurunkan kualitas udara. Penanganan sejak dini menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Meski demikian, pembentukan tim dan apel kesiapan merupakan langkah antisipasi, bukan bukti bahwa kebakaran sedang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Banjar. Efektivitas penanganan tetap bergantung pada deteksi dini, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat dalam melaporkan indikasi kebakaran.

Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api. Kewaspadaan bersama diperlukan agar potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

Sumber: Instagram/feedmedsos
Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.