Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menanggapi polemik mengenai lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang disebut berada di tempat tidak lazim, seperti kawasan hutan, pemakaman hingga laut.
Rocky menilai persoalan tersebut telah berkembang menjadi persepsi publik yang lebih besar akibat penyebaran informasi berulang di media sosial dan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Ia menyebut informasi mengenai koperasi yang salah lokasi telah dikutip ribuan kali sehingga masyarakat seolah-olah melihat persoalan tersebut sebagai masalah yang terjadi dalam jumlah sangat besar.da dengan angka yang beredar. Ia menyebut koperasi yang benar-benar salah lokasi hanya berjumlah tujuh. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi RI di Jakarta, sebagaimana diberitakan pada 7 Oktober 2026.

Pernyataan Rocky muncul di tengah polemik data lokasi Kopdes Merah Putih. Sebelumnya, sejumlah pemberitaan yang mengutip data Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menyebut terdapat ribuan titik koperasi yang koordinatnya tercatat berada di kawasan hutan, serta sejumlah titik di sungai, danau dan laut. Salah satu laporan menyebut angka 16.374 titik di kawasan hutan, 102 di sungai atau danau, dan 118 di laut.
Angka tersebut kemudian menjadi perdebatan karena data koordinat tidak serta-merta berarti bangunan koperasi secara fisik benar-benar berdiri di lokasi tersebut. Dalam perkembangan polemik, pihak Agrinas disebut menjelaskan bahwa sebagian persoalan berasal dari kesalahan teknis pembacaan atau pencatatan koordinat. Beberapa pemberitaan juga menyebut jumlah lokasi yang benar-benar bermasalah jauh lebih kecil dibandingkan angka yang muncul dari pembacaan data spasial.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menanggapi isu mengenai Kopdes yang disebut berada di tengah laut maupun pemakaman. Ia mengatakan masih terdapat desa yang menghadapi kendala penyediaan lahan sehingga muncul konten di media sosial yang menggambarkan koperasi seolah-olah dibangun di lokasi tidak masuk akal.
Di sisi lain, polemik tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara angka yang berasal dari pencatatan koordinat dan jumlah lokasi yang setelah diverifikasi benar-benar salah penempatan. Karena itu, angka ribuan dan angka tujuh tidak dapat diperlakukan sebagai data yang mengukur hal yang sama tanpa melihat definisi serta proses verifikasinya.
Rocky sendiri mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik dengan mengedepankan data dan logika ketika menghadapi informasi yang telah telanjur viral. Ia menilai pengulangan informasi melalui algoritma media sosial dapat membuat sebuah klaim semakin dipercaya meskipun konteks awalnya berbeda.