Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Revin, Bocah 12 Tahun di Garut yang Rela Menempuh Jalur Ekstrem demi Sekolah

Kisah Revin, bocah 12 tahun di Garut, viral karena disebut harus berjalan sekitar 5 km melewati jalur setapak untuk pergi sekolah. Ia dikabarkan tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah sederhana di kawasan hutan. Namun, detail kisah ini masih berdasarkan unggahan media sosial dan belum seluruhnya terverifikasi.

Kisah seorang anak bernama Revin tengah menarik perhatian di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, Revin disebut berusia 12 tahun dan duduk di kelas 5 sekolah dasar.

Ia disebut tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah rumah sederhana berdinding bilik bambu di kawasan hutan di Garut, Jawa Barat. Dalam kondisi tersebut, Revin tetap berusaha bersekolah.

Menurut keterangan yang beredar, Revin harus berjalan sekitar 5 kilometer setiap pagi untuk mencapai sekolah. Perjalanan tersebut melewati jalan setapak dan kawasan yang cukup terjal.

Kisah Revin juga disebut berkaitan dengan kondisi keluarganya. Ayah dan ibunya dikabarkan sudah lama tidak datang mengunjunginya, sehingga Revin tinggal dan tumbuh bersama kakek serta neneknya.

Video yang beredar memperlihatkan seorang anak dengan seragam sekolah dan tas berjalan melewati jalur yang berada di tengah pepohonan. Kondisi medan tersebut menunjukkan bahwa akses menuju sekolah tidak mudah.

Revin, siswa kelas 5 SD berusia 12 tahun di Garut, tinggal bersama kakek-neneknya karena orang tuanya telah lama pergi. Demi bersekolah, ia gigih berjalan kaki sejauh 5 km melewati jalur hutan dan terjal setiap pagi.

Namun, berdasarkan penelusuran, informasi mengenai Revin belum banyak diberitakan oleh media arus utama maupun sumber resmi pemerintah. Beberapa video tentang Revin memang beredar di YouTube dalam beberapa bulan terakhir, dengan narasi serupa mengenai seorang anak berusia 12 tahun yang tinggal di tengah hutan tanpa kedua orang tuanya.

Karena itu, detail seperti nama lengkap Revin, nama sekolah, lokasi persis tempat tinggal, serta kondisi keluarganya belum dapat diverifikasi secara independen dari sumber resmi. Kisah tersebut sebaiknya dipahami sebagai informasi yang sedang beredar di media sosial, bukan seluruhnya sebagai fakta yang telah dikonfirmasi.

Terlepas dari detail yang masih perlu diverifikasi, kisah ini kembali memperlihatkan tantangan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil. Pemerintah Kabupaten Garut sendiri memiliki wilayah dengan kondisi geografis pegunungan dan kawasan hutan yang cukup luas.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.