Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

RESPECT: CEO Perusahaan Jepang Terbang ke Purworejo, Hadiri Pemakaman Pemagang yang Tew*s di Hiroshima

CEO perusahaan Jepang terbang ke Purworejo untuk menghadiri pemakaman Indra Kurniawan (21), pemagang asal Purworejo yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Hiroshima. Indra tew*s setelah lehernya terjepit mesin mixer di pabrik Toda Kogyo Corp. pada 2 September 2026. Penyebab kecelakaan masih diselidiki kepolisian Jepang.

Kabar duka menyelimuti keluarga Indra Kurniawan (21), pemuda asal Desa Lubanglor, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Jepang.

Indra merupakan peserta program pemagangan teknis di Jepang. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di pabrik Toda Kogyo Corp. cabang Otake, Kota Otake, Prefektur Hiroshima, pada Rabu (2/9/2026) malam waktu setempat.

Menurut keterangan kepolisian Jepang, Indra saat itu sedang bekerja seorang diri dalam proses produksi cat. Lehernya terjepit di dalam mesin mixer yang memiliki diameter dan kedalaman sekitar 1,5 meter. Polisi masih menyelidiki kronologi dan penyebab kecelakaan, termasuk dengan memeriksa rekaman kamera pengawas.

Indra diketahui mengikuti program Technical Intern Training Program (TITP) dan telah menjalani pemagangan di Jepang sejak Juni 2024. Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo dan KJRI Osaka sebelumnya telah berkoordinasi dengan kepolisian Jepang serta pihak terkait untuk menangani kasus tersebut dan proses pemulangan jenazah.

Setelah melalui proses pemulangan dari Jepang, jenazah Indra tiba di kampung halamannya di Purworejo untuk dimakamkan. Pemerintah Kabupaten Purworejo sebelumnya juga melakukan koordinasi dengan pihak lembaga pemagangan terkait proses pemulangan hingga penerimaan jenazah di rumah duka.

Dalam momen pemakaman tersebut, President dan CEO Toda Kogyo Corp., Tsuneaki Kubo, disebut datang langsung dari Jepang ke Purworejo untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Indra.

Kehadiran pimpinan perusahaan Jepang tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pihak perusahaan turut hadir secara langsung dalam momen duka keluarga korban. Dalam foto yang beredar, Kubo terlihat menyampaikan sambutan di hadapan keluarga dan warga yang hadir dalam pemakaman.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan kerja yang menewaskan Indra belum dapat disimpulkan. Kepolisian Jepang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana kecelakaan terjadi dan apakah terdapat faktor keselamatan kerja yang berperan dalam insiden tersebut.

Pemerintah Kabupaten Purworejo juga memastikan penanganan tidak berhenti pada pemulangan jenazah. Dinperintransnaker menyatakan akan mengawal pemenuhan hak-hak almarhum dan keluarga, termasuk hak normatif yang berkaitan dengan kecelakaan kerja.

Indra sendiri tercatat sebagai salah satu warga Purworejo yang mengikuti program pemagangan resmi di Jepang. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja atau mengikuti pemagangan ke luar negeri agar menggunakan jalur resmi sehingga keberadaan pekerja dapat tercatat dan memperoleh perlindungan ketika menghadapi persoalan.

Kisah Indra menjadi duka bagi keluarga sekaligus pengingat pentingnya keselamatan kerja bagi para pekerja dan peserta pemagangan Indonesia di luar negeri.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.