Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Resah Anak-Anak Sering Berkata Kasar, Kak Puput Buka Kelas Bahasa Inggris Gratis di Teras Rumah

Kak Puput membuka kelas bahasa Inggris gratis di teras rumahnya di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Berawal dari empat anak, kelas ini berkembang menjadi sekitar 30 murid dengan dua komitmen: tidak berkata kasar dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kepedulian terhadap kebiasaan anak-anak di lingkungan sekitar mendorong seorang perempuan bernama Puput membuka kelas bahasa Inggris gratis di teras rumahnya di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Inisiatif sederhana tersebut menarik perhatian warganet karena menggabungkan pembelajaran bahasa dengan pendidikan karakter.

Berangkat dari keresahan melihat kebiasaan anak-anak di lingkungannya suka berkata kasar, kotor dan buang sampah sembarangan membuat kak Puput tergugah untuk melakukan satu hal; membuat ruang belajar untuk mereka.

Menurut laporan INDONEWS.ID pada 11 Oktober 2026, Puput merasa prihatin melihat anak-anak di sekitar tempat tinggalnya terbiasa menggunakan kata-kata kasar dan membuang sampah sembarangan. Alih-alih hanya menegur, ia memilih menyediakan kegiatan belajar yang dapat membantu anak-anak mengisi waktu dengan aktivitas positif.

Kakak Puput mantapkan diri untuk membuat ruang belajar untuk anak-anak tersebut di teras rumah pribadinya. Dari yang awalnya cuma 4 anak, sekarang terus bertambah hingga 32 anak yang ikut belajar di sana.

Kelas yang awalnya hanya diikuti empat anak itu kemudian berkembang menjadi sekitar 30 murid. Kegiatan belajar berlangsung sederhana di teras rumah Puput, tanpa pungutan biaya uang sepeser pun.

Sebagai gantinya, Puput menetapkan dua komitmen bagi anak-anak yang mengikuti kelas, yaitu berusaha tidak berkata kasar dan tidak membuang sampah sembarangan. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baik sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Syarat masuknya cuma dua: Tidak boleh ngomong kasar lagi dan tidak buang sampah sembarangan.

Kelas tersebut kemudian dikenal dengan nama Kelas Teras Bubu. Berdasarkan laporan yang sama, kegiatan belajar rutin diadakan setiap Rabu dan Minggu pukul 16.00 WIB. Anak-anak tidak hanya belajar kosakata dan dasar bahasa Inggris, tetapi juga dibiasakan menjaga tutur kata serta kebersihan lingkungan.

Setelah 2 bulan berlalu ruang belajar itu berjalan, kini sampah tak lagi berserakan tak seperti sebelumnya. Anak-anak yang biasa berkata kasar pun berhenti.

Inisiatif Puput menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari lembaga besar atau fasilitas lengkap. Ruang sederhana di rumah pun dapat menjadi tempat berbagi ilmu dan membangun kebiasaan positif jika dikelola dengan konsisten.

Kisah ini mendapat perhatian karena menawarkan pendekatan yang mengutamakan keteladanan dan pendampingan, bukan sekadar teguran. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan, kegiatan belajar seperti ini berpotensi membantu anak-anak mengembangkan kemampuan akademik sekaligus perilaku yang lebih baik.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.