Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Puluhan Tahun Berlalu, Kisah Mbah Sri Mencari Makam Suami Diangkat ke Film Ziarah

Film Ziarah karya BW Purbanegara mengisahkan perjalanan Mbah Sri, perempuan lanjut usia yang mencari makam suaminya, Prawiro Sahid, setelah terpisah sejak Agresi Militer Belanda II pada 1948. Diperankan Ponco Sutiyem, film ini memadukan kisah pencarian keluarga dengan latar sejarah perang kemerdekaan.

Puluhan tahun setelah suaminya pergi mengikuti perang pada masa Agresi Militer Belanda II, kisah seorang perempuan lanjut usia yang mencari makam suaminya menjadi cerita utama dalam film Ziarah karya sutradara BW Purbanegara.

Film tersebut mengikuti perjalanan Mbah Sri, tokoh yang diperankan oleh Ponco Sutiyem, seorang perempuan berusia 95 tahun yang berusaha menemukan makam suaminya, Prawiro Sahid. Dalam cerita film, Prawiro pergi berperang ketika Belanda menyerbu Yogyakarta pada 1948 dan tidak pernah kembali ke rumah.

Suami Mbah Sri merupakan seorang tentara Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II. Sejak ikut perang, ia tak pernah kembali ke rumah.

Setelah puluhan tahun berlalu, Mbah Sri masih belum mengetahui secara pasti lokasi makam suaminya. Keinginannya kemudian bukan sekadar mengetahui keberadaan Prawiro, tetapi juga menemukan tempat peristirahatan terakhirnya agar kelak dapat dimakamkan di dekat makam sang suami. Perjalanan tersebut menjadi bagian utama dari alur Ziarah.

Waktu berlalu, dan Mbah Sri kian renta. Keinginan terakhirnya adalah mencari makam suaminya. la pun nekat pergi dari rumah dan memulai pencarian seorang diri.

Dalam pencariannya, Mbah Sri menemui sejumlah orang yang memiliki informasi mengenai Prawiro. Keterangan yang diterimanya membawa perjalanan tersebut ke sejumlah wilayah di Yogyakarta hingga Wonogiri. Informasi mengenai keberadaan dan akhir kehidupan Prawiro juga muncul melalui kesaksian orang-orang yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

Pada akhirnya Mbah Sri berhasil menemukan makam sang suami. Namun di sampingnya sudah ada batu nisan wanita lain.

Film Ziarah pertama kali diproduksi pada 2016 dan kemudian tayang di bioskop Indonesia pada 18 Mei 2017. Film berdurasi sekitar 87 menit tersebut menempatkan Ponco Sutiyem sebagai pemeran Mbah Sri dan Rukman Rosadi sebagai Prapto, cucu Mbah Sri. Film Indonesia

Ponco Sutiyem sendiri bukan aktor profesional. Pemilihannya sebagai pemeran utama menjadi salah satu unsur yang menonjol dalam produksi film tersebut. Latar kehidupannya sebagai perempuan lanjut usia yang mengalami masa pendudukan Jepang turut memberikan kedekatan pengalaman dengan periode sejarah yang menjadi latar cerita film.

Ziarah kemudian memperoleh sejumlah penghargaan dan nominasi. Film ini meraih Best Screenplay dan Special Jury Award pada ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 serta mendapat nominasi untuk kategori Penulis Skenario Asli dalam Festival Film Indonesia.

Kisah Mbah Sri dalam film tersebut mempertemukan perjalanan pribadi seorang perempuan tua dengan latar sejarah perang kemerdekaan Indonesia. Pencarian makam Prawiro menjadi jalur cerita yang menghubungkan kehidupan keluarga, ingatan tentang perang, serta kesaksian orang-orang yang masih menyimpan ingatan mengenai peristiwa masa lalu.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.