
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025, menghimpun dana IPO Rp2,79 triliun dari 4,4 miliar saham baru dengan harga Rp635 per saham. Momentum ini menandai pencapaian terbesar bagi industri perbankan digital nasional, mengungguli IPO bank digital sebelumnya berkat oversubscribed hingga 318 kali.
Alokasi Dana IPO
Sekitar 70% dana dialokasikan untuk modal kerja guna memperkuat kredit ritel dan UMKM underbanked, sementara 30% untuk pengembangan teknologi seperti AI, data analytics, dan cybersecurity. Dukungan ekosistem dari Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS mempercepat ekspansi layanan digital.
Kinerja Pra-IPO
Hingga Oktober 2025, Superbank mencatat DPK Rp10,6 triliun (naik 168% yoy), kredit Rp9,1 triliun (naik 70% yoy), dan aset Rp17,6 triliun dengan lebih dari 5 juta nasabah. Presiden Direktur Tigor M. Siahaan menekankan komitmen “Journey of Trust” untuk inklusi keuangan lebih luas.