Sosok seorang pria menjadi viral di media sosial setelah sejumlah foto memperlihatkan dirinya menjalani berbagai pekerjaan yang sangat berbeda. Dalam unggahan yang beredar, ia terlihat pernah bekerja di toko elektronik, supermarket, menjadi mekanik, pembawa berita hingga pekerja lapangan.
Perbedaan profesi tersebut membuat warganet bercanda bahwa pria tersebut seolah memiliki “beberapa kehidupan” sekaligus. Namun, klaim bahwa ia merupakan “pria dengan pekerjaan paling banyak di dunia” belum memiliki bukti yang cukup untuk disebut sebagai rekor resmi.
Di balik unggahan tersebut, terdapat fakta menarik mengenai mobilitas pekerjaan di Amerika Serikat. Data U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan bahwa warga Amerika dalam kelompok kelahiran tertentu memang dapat memiliki banyak pekerjaan sepanjang perjalanan kariernya.
Data terbaru BLS mencatat orang yang lahir pada 1957–1964 rata-rata telah memegang 12,9 pekerjaan antara usia 18 hingga 58 tahun. Angka tersebut merupakan jumlah pekerjaan berdasarkan periode kerja dengan pemberi kerja tertentu, bukan berarti mereka memiliki 12,9 profesi berbeda.
Perpindahan pekerjaan juga paling banyak terjadi ketika seseorang masih muda. Kelompok tersebut rata-rata memiliki 5,6 pekerjaan pada usia 18–24 tahun dan 4,5 pekerjaan pada usia 25–34 tahun. Setelah memasuki usia yang lebih matang, jumlah perpindahan pekerjaan rata-rata menurun.
BLS juga menegaskan bahwa istilah “job” dalam data tersebut berarti periode kerja yang tidak terputus dengan seorang pemberi kerja. Karena itu, angka 12,9 tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai seseorang memiliki 12 atau 13 profesi berbeda.
Jadi, bagian yang menyebut orang Amerika dapat menjalani banyak pekerjaan memang memiliki dasar statistik. Namun, klaim bahwa pria dalam video tersebut adalah orang dengan jumlah pekerjaan terbanyak di dunia masih perlu bukti tambahan mengenai identitas, riwayat pekerjaan, serta sumber yang mencatatnya sebagai sebuah rekor.