
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memperluas cakupan asuransi kesehatan nasional untuk mencakup perawatan rambut rontok, menganggap sebagai isu kesehatan mental dan “masalah kelangsungan hidup” bagi generasi muda. Usulan ini disampaikan dalam rapat kabinet Desember 2025 dan kembali digaungkan Januari 2026, meski menuai kritik karena sistem asuransi sedang defisit 11,4 triliun won.
Alasan Usulan
Lee menyoroti dampak kebotakan terhadap kepercayaan diri pemuda Korea, yang saat ini hanya ditanggung asuransi jika disebabkan oleh penyakit seperti alopecia, bukan faktor genetik atau stres. Ia membatasi klaim agar tidak membebani anggaran negara, serupa dengan rencana tanggungan obat obesitas.
Tanggung Jawab Publik
Menteri Kesehatan Jeong Eun-kyeong mengumumkan risiko defisit tambahan 4,1 triliun won pada tahun 2026, sementara Asosiasi Medis Korea menilai prioritas salah karena bukan ancaman jiwa. Analis politik melihat gestur populis kepada pemilih pria muda, mengingat usulan serupa gagal dalam kampanye 2022.