
Presiden Prabowo Subianto akan memutuskan jumlah pasukan TNI untuk misi perdamaian di Gaza pada akhir Februari 2026.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menyatakan TNI siap kirim prajurit berapapun jumlahnya setelah rapat Komisi I DPR pada 10 Februari 2026; keputusan tunggu arahan presiden. Prajurit diprioritaskan yang berpengalaman di Timur Tengah seperti UNIFIL Lebanon.
Perkiraan berkisar 5.000-8.000 personel (satu brigade), bukan 20.000 seperti rencana awal. Ketua Komisi I DPR Utut Adianto sarankan tak perlu besar karena luas Gaza setara Jakarta Pusat (45 km²).
Indonesia jadi negara pertama siapkan International Stabilization Force (ISF) pasca-KTT Sharm el-Sheikh; fokus kesehatan, konstruksi, logistik untuk two-state solution.