
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menominasikan keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 15 Januari 2026. Nominasi ini berdasarkan dua sumber anonim kepada Reuters, dengan proses fit and proper test di DPR dijadwalkan pekan ini bersama dua kandidat lain: Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Thomas, saat ini Wakil Menteri Keuangan, memiliki latar belakang pendidikan di AS dan pengalaman birokrasi serta usaha.
Presiden mengusulkan tiga nama melalui Surat Presiden untuk pengisian kekosongan Dewan Gubernur BI. Komisi XI DPR, dipimpin Mukhamad Misbakhun, menegaskan proses terbuka dan independensi BI tetap terjaga, menolak insinuasi nepotisme karena kompetensi Thomas memadai. Fit and proper test akan menilai kemampuan, integritas, dan kapasitas secara objektif.
Ketua Komisi XI menilai hubungan keluarga Thomas dengan Prabowo justru memperkuat kedekatan kebijakan moneter-fiskal, dengan ayahnya pernah jadi pejabat BI. Purbaya Yudhistira juga mendukung, menyebut ini peluang Thomas perluas kompetensi. Investor khawatir independensi BI terganggu, tapi belum ada tanggapan resmi dari Istana, BI, atau Thomas.