
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kritik justru membantunya dan berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi dirinya serta pemerintahannya. Pernyataan ini disampaikan saat sambutan di Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).
Konteks Pernyataan
Prabowo menekankan bahwa kritik konstruktif harus disyukuri karena membantu evaluasi kebijakan, seperti tuduhan soal militerisme yang memicunya memeriksa ulang diri dengan ahli hukum. Ia membedakan kritik positif dengan fitnah yang dilarang semua agama dan berpotensi memecah belah bangsa.
Respons Terhadap Kritik
Prabowo mengajak elite politik bersatu pasca-kompetisi demokrasi sambil tetap terbuka koreksi, menyebut “kalau dikoreksi saya menganggap itu saya dibantu, saya diamankan”. Ia meminta menteri tidak patah semangat menghadapi hujatan, menilai sikap negatif komentator kurang sehat.