
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) dengan janji tegas akan menarik diri jika badan tersebut gagal optimal membangun Gaza.
Dalam dialog dengan tokoh agama seperti Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan PBNU Yahya Cholil Staquf pada 3 Februari 2026, Prabowo jelaskan BoP sebagai peluang bersejarah rekonstruksi Gaza pasca-konflik, tapi bersyarat: “Kalau tidak ada kemaslahatan, kita keluar.” Ia tekankan pengawasan ketat agar iuran Rp17 triliun benar-benar untuk kemanusiaan Palestina.
Janji ini respons kritik domestik soal anggaran dari Kemenhan; Prabowo tandatangani piagam BoP di Davos Swiss Januari 2026 demi solusi dua negara, dengan Indonesia perankan pengawas moral via NCAG.