
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengajak masyarakat untuk membenci pihak asing, melainkan menolak dikte atau intervensi eksternal terhadap kedaulatan Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menyinggung dugaan campur tangan asing di balik demonstrasi rusuh pada Februari 2026 di Sentul, di mana ia klaim punya bukti tapi tetap tekankan demo damai boleh.
Prabowo menjaga garis bebas aktif non-blok, menolak pakta militer asing, sambil optimis ekonomi Indonesia akan “mengejutkan dunia” tanpa permusuhan.