
Kim Jong Un memamerkan sistem peluncur roket ganda 600 mm berkemampuan nuklir dalam seremoni di Pyongyang pada 18 Februari 2026, menjelang Kongres Partai Buruh. Ia menyebut senjata ini “unik di dunia” untuk serangan strategis, mampu hancurkan pangkalan udara AS-Korsel jika dipasang hulu ledak nuklir taktis.
Foto resmi KCNA menunjukkan Kim tersenyum di samping 50 unit peluncur raksasa, yang diklaim punya akurasi tinggi dan mobilitas superior untuk tangkal musuh. Uji coba sebelumnya tembak 358 km, disebut “hadiah” bagi kongres partai lima tahunan.
Tindakan ini memicu kecaman Korsel-AS sebagai provokasi, sementara Kim tegaskan tak ada kekuatan yang selamat saat senjata ini digunakan.