Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Pilu! Anak Rela Tak Bertemu Lagi Usai Titipkan Ibu yang Sedang Stroke ke Griya Lansia

Viral kisah seorang ibu yang disebut terbaring karena stroke diserahkan anak kandungnya ke Griya Lansia Malang. Pengelola sudah menjelaskan konsekuensinya: sang anak tak boleh lagi menjenguk dan tak akan diberi kabar jika ibunya meninggal. Sang anak tetap menyetujui proses tersebut. Alasan lengkap di balik keputusan keluarga masih perlu diklarifikasi.

Kisah seorang ibu yang sedang terbaring karena stroke setelah diserahkan anak kandungnya ke Griya Lansia Malang menjadi perhatian publik di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026. Dalam video yang beredar, seorang perempuan lanjut usia terlihat terbaring di atas tempat tidur ketika proses serah terima pengasuhan dilakukan.

Keputusan berat diambil seorang anak yang menyerahkan ibu kandungnya yang sedang sakit stroke ke Griya Lansia demi perawatan terbaik.

Pengelola Griya Lansia Malang, Arief Camra, mengatakan pihaknya telah beberapa kali meminta anak tersebut mempertimbangkan kembali keputusannya sebelum menandatangani surat penyerahan.

Menurut Arief, Griya Lansia Malang bukan tempat penitipan orang tua biasa, melainkan tempat pengasuhan bagi lansia terlantar. Karena itu, ia memberikan konsekuensi khusus apabila penyerahan dilakukan secara total.

Konsekuensi yang disampaikan kepada sang anak adalah tidak diperbolehkan lagi menjenguk ibunya. Pengelola juga menyatakan tidak akan menghubungi anak tersebut apabila sang ibu meninggal dunia.

Meski telah mengetahui konsekuensi tersebut, pria yang dalam surat disebut bernama Naryo tetap menyatakan bersedia melanjutkan proses penyerahan.

Bukan sekadar menitipkan, pihak keluarga bahkan menyatakan kesiapan mental untuk tidak pernah bertemu lagi dengan sang ibu selamanya.

Surat pernyataan bertanggal 15 September 2026 yang beredar turut menjadi sorotan. Dalam dokumen tersebut, pihak yang menyerahkan menyatakan bahwa apabila ibunya meninggal dunia, urusan pemakaman diserahkan kepada Griya Lansia Malang dan dirinya tidak perlu diberi kabar.

Sejumlah laporan menyebut ibu tersebut bernama Dwi Indriyani dan berasal dari wilayah Ngawi. Namun, sebagian informasi mengenai latar belakang keluarga dan alasan lengkap penyerahan masih berasal dari keterangan pengelola serta unggahan media sosial.

Tertulis bahwa jika sang ibu meninggal dunia, proses pemakamannya diserahkan sepenuhnya kepada Griya Lansia Malang tanpa perlu mengabari pihak keluarga, dan dipersilakan untuk langsung dimakamkan.

Karena itu, alasan di balik keputusan keluarga tersebut belum dapat disimpulkan hanya dari video dan surat yang beredar. Kondisi kesehatan sang ibu, situasi keluarga, serta alasan anak menyerahkan pengasuhan sepenuhnya masih memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Kisah ini kemudian memunculkan perdebatan di media sosial mengenai pengasuhan orang tua lanjut usia, keterbatasan keluarga, serta fungsi lembaga pengasuhan lansia.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.