
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan kesiapannya mengangkat senjata untuk membela negara jika Donald Trump melancarkan operasi militer terhadapnya, seperti yang diungkapkan pada 5 Januari 2026. Pernyataan tegas ini muncul setelah Trump mengancam Kolombia melalui telepon pribadi, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas tuduhan narko-terorisme.
Latar Belakang Ketegangan
Petro mengkritik intervensi AS di Venezuela dan khawatir menjadi target berikutnya karena tuduhan serupa sebagai “teroris narkoba internasional”. Trump sempat menanggapi operasi militer penuh, namun kemudian mengizinkan Petro ke Gedung Putih pada awal Februari 2026 untuk berdialog langsung.
Respons dan Perkembangan
Petro terima undangan untuk “menghentikan perang dunia” setelah telepon pertama lebih dari satu jam, meski kritiknya tetap pada campur tangan AS. Rusia dan PBB kecam tindakan AS di Venezuela, sementara Petro tekankan dialog daripada konfrontasi militer. Hingga 11 Januari 2026, pertemuan direncanakan tanpa eskalasi lebih lanjut.