
AS mengumpulkan 34 pemimpin militer dari negara-negara Barat, termasuk Kanada, Inggris, dan Prancis, dalam pertemuan langka yang dipimpin Jenderal Dan Caine. Pertemuan ini dijadwalkan pada 11 Februari di Washington, meski ditunda dari minggu depan akibat badai salju.
Agenda fokus pada koordinasi memerangi perdagangan narkoba, organisasi kriminal lintas negara, dan aktor eksternal yang mengancam stabilitas kawasan Barat, terutama Amerika Latin dan Karibia. Ini mencerminkan prioritas pemerintahan Trump untuk memperkuat kehadiran militer AS di wilayah tersebut, lebih responsif sejak akhir Perang Dingin.
Pertemuan ini menandakan strategi keamanan baru yang memprioritaskan mitra Barat, dengan potensi implikasi terhadap Venezuela dan tantangan intelijen terkait kapal pengangkut narkoba di Karibia. Ahli seperti Adam Isacson menilai ada nada ancaman tersirat bagi militer yang tidak sejalan dengan prioritas AS.