Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Perselingkuhan: Tabu yang Jadi Hiburan Kolektif di Indonesia

Orang Indonesia cenderung suka membahas isu perselingkuhan karena fenomena ini sering viral di media sosial dan gosip sehari-hari, mencerminkan nilai budaya kolektivis di mana skandal rumah tangga jadi hiburan bersama. ​ Faktor Psikologis Menurut…

Orang Indonesia cenderung suka membahas isu perselingkuhan karena fenomena ini sering viral di media sosial dan gosip sehari-hari, mencerminkan nilai budaya kolektivis di mana skandal rumah tangga jadi hiburan bersama.

​

Faktor Psikologis

Menurut psikologi sosial, diskusi intens ini berasal dari efek “social proof” dan “gossip bonding”, di mana membahas pengungkapan orang lain memperkuat ikatan kelompok sambil memuaskan rasa penasaran primal terhadap norma moral. Survei JustDating 2022 menempatkan Indonesia peringkat 2 Asia untuk perselingkuhan (40% responden), sehingga topik ini relevan dan memicu gambaran ketakutan pribadi atau kepuasan moral atasan.

​

Budaya dan Media

Budaya malu (budaya malu) di Indonesia membuat perselingkuhan menjadi tabu yang menarik, sementara platform seperti TikTok dan Instagram diperkuat dengan konten drama emosional untuk pertunangan tinggi. Psikolog seperti Winda menunda komitmen awal dalam hubungan sebagai akar, yang membuat diskusi jadi cara katarsis kolektif.

 

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.